KUKAR: Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kali ini, lahan gambut seluas kurang lebih 1 hektare di Jalan Tanjung Harapan RT 01, Kelurahan Kuala Samboja, Kecamatan Samboja, terbakar pada Jumat (2/10/2026).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan laporan kebakaran diterima Pos Sektor Samboja pada pukul 14.28 WITA. Petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar dua menit kemudian.
“Begitu laporan diterima, personel langsung menuju lokasi. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman dan pembasahan di sekitar titik api agar tidak meluas,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi cuaca yang panas turut menjadi faktor yang disebut dalam laporan kejadian sehingga api dengan cepat membakar area lahan.
Karena objek yang terbakar merupakan lahan gambut, proses pemadaman juga dilakukan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api.
“Lahan yang terdampak kurang lebih satu hektare. Setelah pemadaman, kami juga melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” jelasnya.
Penanganan kebakaran dilakukan menggunakan metode penyemprotan langsung serta pembasahan pada area sekitar titik api. Petugas juga melakukan pemantauan setelah api berhasil dikendalikan.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 16.48 WITA. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Dalam penanganan di lapangan, personel Disdamkarmatan Kukar turut mendapat dukungan dari Koramil Samboja, Polsek Samboja, relawan Kontras, Redkar, Ketua RT 01, serta warga setempat.
Fida mengatakan sinergi antarunsur menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran lahan, khususnya ketika kondisi cuaca panas dan kering meningkatkan risiko api meluas.
Setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai, petugas memastikan kondisi di lokasi aman dan kondusif. Area bekas kebakaran juga tetap dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
“Api sudah berhasil dipadamkan, dilakukan pendinginan, kemudian area tetap dipantau untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali,” pungkasnya. (Van)

















