Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Bupati Kukar Imbau Warga Tidak Rayakan Tahun Baru 2026 dengan Kembang Api

348
×

Bupati Kukar Imbau Warga Tidak Rayakan Tahun Baru 2026 dengan Kembang Api

Share this article
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, mengimbau masyarakat agar tidak merayakan malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan pesta kembang api. Imbauan tersebut disampaikan menyusul belum adanya izin resmi dari pihak kepolisian serta mempertimbangkan kondisi kebencanaan yang masih melanda sejumlah daerah di Indonesia.

“Belum ada izin dari Polres terkait penggunaan kembang api. Melihat kondisi kita akhir-akhir ini, sebaiknya malam tahun baru diisi dengan bermuhasabah,” ujar Aulia, Senin (29/12/2025).

Aulia menilai perayaan yang bersifat hura-hura kurang tepat dilakukan di tengah situasi sulit yang tengah dialami masyarakat di beberapa daerah, khususnya di Sumatera dan Kalimantan Selatan, yang baru-baru ini terdampak bencaa alam.

“Tidak elok rasanya kalau kita berpesta pora, sementara saudara-saudara kita di Sumatera sedang dalam kesusahan. Kalimantan Selatan juga baru saja dilanda banjir,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mengalihkan anggaran yang semula disiapkan untuk membeli kembang api menjadi donasi kemanusiaan bagi para korban bencana.

“Lebih baik uang untuk kembang api itu dikumpulkan dan disumbangkan ke Sumatera atau ke Kalimantan Selatan. Bagi yang sudah menabung untuk pesta kembang api, alangkah baiknya disalurkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” jelasnya.

Terkait maraknya penjualan kembang api menjelang pergantian tahun, Aulia menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan mengedepankan pendekatan persuasif melalui imbauan, bukan pelarangan secara langsung.

“Kita lakukan proses penghimbauan, tidak ada pelarangan. Kita juga memahami saudara-saudara kita yang berjualan memanfaatkan momentum akhir tahun,” ujarnya.

Meski demikian, Aulia optimistis para pedagang dan masyarakat akan tetap mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Jika ke depan terdapat larangan dari aparat keamanan, penertiban akan dilakukan sesuai prosedur.

“Saya yakin mereka akan patuh pada aturan hukum. Kalau nantinya ada larangan, tentu akan dirapikan sebagaimana mestinya,” tegasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *