Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Belayan, Ditemukan Meninggal Dunia

260
×

Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Belayan, Ditemukan Meninggal Dunia

Share this article
Proses Pencarian Korban Tenggelam di Perairan Sungai Belayan, Kecamatan Kota Bangun (Dok. Damkarmatan Sektor Kota Bangun)
Proses Pencarian Korban Tenggelam di Perairan Sungai Belayan, Kecamatan Kota Bangun (Dok. Damkarmatan Sektor Kota Bangun)
Example 468x60

KUKAR: Tragedi terjadi di perairan Sungai Belayan, RT 03, Desa Long Beleh Haloq, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (16/8/2026) sore. Seorang anak perempuan berusia 8 tahun,  dilaporkan tenggelam saat bermain di kawasan sungai.

Kepala Pos Damkarmatan Kota Bangun, Abdi Pratama, mengatakan laporan kejadian diterima setelah korban diduga tenggelam sekitar pukul 17.00 WITA.

Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk melakukan pencarian. Personel Damkarmatan Kota Bangun berangkat menuju lokasi pada Minggu malam dan tiba sekitar pukul 02.05 WITA.

“Tim mulai melakukan pencarian pukul 06.00 WITA. Sekitar pukul 10.00 WITA, tim bergabung dengan tim SAR gabungan lainnya,” ujar Abdi.

Dalam pencarian tersebut, Basarnas sempat melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Tim kemudian membagi wilayah penyisiran untuk memperluas pencarian.

Tim Basarnas bersama Rescue Bayan menyisir kawasan Dermaga Pulau Pinang, sementara Damkarmatan Kota Bangun dan Pramuka Peduli melakukan pencarian ke wilayah Muai.

Setelah beberapa jam menyisir perairan, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 14.20 WITA. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian.

“Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 14.20 WITA oleh tim Basarnas,” jelas Abdi.

Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, operasi SAR gabungan secara resmi ditutup pada pukul 15.50 WITA.

Dalam proses pencarian, sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya Basarnas, Tim Rescue Bayan, TNI, Polri, Pramuka Peduli, Kecamatan Kembang Janggut, Pemerintah Desa Long Beleh Haloq, masyarakat, serta keluarga korban.

Sementara itu, Camat Kembang Janggut Suhartono mengatakan kondisi Sungai Belayan yang sedang surut membuat sejumlah warga, termasuk anak-anak, memanfaatkan aliran sungai sebagai tempat bermain.

Menurutnya, kondisi sungai yang terlihat landai tidak serta-merta aman. Di beberapa bagian terdapat patahan atau perubahan kontur dasar sungai yang tidak terlihat dari permukaan.

“Memang kondisi air Sungai Belayan sedang surut sehingga banyak anak-anak dan warga yang bermain di aliran sungai. Namun, kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati karena kondisi dasar sungai tidak semuanya terlihat,” kata Suhartono.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak lengah ketika beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat membawa anak-anak bermain di kawasan perairan.

Suhartono juga mengimbau keluarga untuk selalu mengawasi anak-anak ketika berada di sekitar sungai. Menurutnya, meski air sedang surut dan kawasan tersebut kerap dimanfaatkan warga untuk beraktivitas, risiko tetap ada karena kondisi dasar sungai dapat berubah.

“Jangan melihat sungai hanya dari kondisi permukaannya. Bisa saja ada bagian yang patah atau lebih dalam dan tidak terlihat dari pinggir,” pungkasnya. (and)

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *