Teguh Wibowo
TENGGARONG – Bawaslu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan antisipasi kerawanan jelang pemilu serentak tahun 2024. Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Kukar Teguh Wibowo Selasa (19/9/23).
Teguh mengatakan, berdasarkan isu nasional kerawanan pemilu ada empat yakni money politik, politik identitas, netralitas penyelenggara dan netralitas Aperatur Negeri Sipil (ASN).
“Untuk di Kukar sendiri tetap money politik, yang jadi fokus kita di kampanye, dan juga netralitas ASN. Karena dari Bawaslu kemaren dua hari kami dilantik sudah ada laporan terkait ASN ini. Itu juga sudah komunikasi dengan pihak terkait.” jelasnya.
Mengingat ASN di Kukar ini banyak, cuman mereka paham bahwa mendukung itu tidak boleh. Dalam konteks tidak boleh mendukung bagaimana itu masih belum memahami itu.
“Makanya kemaren kami koordinasi dengan pemerintah untuk bisa memfasilitasi, bagaiman kami memberikan sosialisasi. Terutama ASN yang konteksnya ada yang struktural dan ada yang fungsional.” ujarnya.
Ia mengungkapkan, untuk yang susah ini seperti guru, karena mereka langsung bersentuhan langsung ke masyarakat. Kalau yang pejabat-pejabat itu sudah tau mana yang noleh dan tidak. Tapi yang kesulitan itu guru dan kepala sekolah.
“Itu yang kita minta Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi kami dalam melakukan sosialisasi.” ucapnya.
Teguh menyebut beberapa waktu sudah ada laporang yang masuk, intinya Bawaslu sudah meneruskan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), karena masih masuk wilayahnya komite ASN.
“Kemudian terkait daerah mana paling rawan money politik di Kukar, kami masih lakukan pemetaan. Dan nantinya Bawaslu Kabupaten akan melakukan identifikasi.” tutupnya.(dk1)

















