Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Pasar Tangga Arung Square Kian Lesu, Pedagang Minta Pemerintah Evaluasi Tata Letak Lapak

244
×

Pasar Tangga Arung Square Kian Lesu, Pedagang Minta Pemerintah Evaluasi Tata Letak Lapak

Share this article
Lapak-Lapak Pedagang di Pasar Tangga Arung Square Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Lapak-Lapak Pedagang di Pasar Tangga Arung Square Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Aktivitas jual beli di Pasar Tangga Arung Square, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan penurunan jumlah pengunjung.

Sejumlah pedagang mengeluhkan minimnya jumlah pengunjung yang datang setiap hari, sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan mereka.

Tak hanya persoalan sepinya pembeli, para pedagang juga menyoroti penataan lapak yang dinilai kurang tepat, terutama di area kuliner. Kondisi tersebut disebut membuat banyak pedagang kesulitan menjangkau calon pelanggan karena lokasi lapak mereka tidak terlihat oleh pengunjung yang datang ke pasar.

Salah seorang pedagang, Aliya, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum ada solusi yang mampu mendongkrak kunjungan masyarakat ke pasar .

“Kalau dilihat sekarang, banyak pedagang makanan yang kesulitan mendapatkan pembeli. Bahkan ada yang sampai harus menawarkan dagangannya sambil berkeliling karena lapaknya berada di bagian ujung dan tidak terlihat pengunjung,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, konsep penataan area kuliner menjadi salah satu persoalan mendasar yang perlu segera dievaluasi pemerintah. Sejumlah lapak makanan ditempatkan di bagian dalam bangunan maupun di area yang kurang strategis, sehingga arus pengunjung tidak merata.

Akibatnya, hanya lapak-lapak yang berada di bagian depan yang berpotensi mendapatkan pelanggan, sementara pedagang di area belakang harus bersaing lebih keras untuk menarik perhatian pembeli.

Aliya menilai pemerintah perlu mencontoh konsep pusat kuliner modern yang diterapkan di sejumlah daerah, di mana seluruh pedagang makanan ditempatkan dalam satu kawasan terpadu yang mudah dijangkau pengunjung.

“Kalau area kuliner dibuat terpusat seperti food court, pengunjung pasti lebih tertarik. Saat ini orang harus masuk ke dalam dulu untuk mencari makanan, padahal banyak yang memilih tidak masuk karena merasa jauh atau tidak tahu ada pedagang di dalam,” katanya.

Ia menegaskan bahwa persoalan utama Pasar Tangga Arung Square saat ini bukan lagi soal fasilitas. Bangunan pasar dinilai sudah cukup representatif, namun belum didukung dengan strategi penataan yang mampu mendatangkan keramaian dan menggerakkan aktivitas ekonomi pedagang.

Para pedagang berharap Pemerintah Kukar tidak hanya fokus pada pembangunan fisik pasar, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan penataan lapak.

“Kami hanya ingin pasar ini ramai dan bisa menjadi tempat mencari nafkah yang layak. Pemerintah perlu segera mencarikan solusi karena kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, banyak pedagang yang semakin kesulitan bertahan,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *