TENGGARONG- Nilai APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kutai Kartanegara 2024 diproyeksikan sebesar Rp12,6 triliun. Nilai tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 838,34 Miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp 11,78 Triliun.
Hal itu terungkap saat Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin menyampaikan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2024, pada rapat paripurna ke 12 masa sidang I DPRD Kukar, Selasa (21/11/2023) siang.
Rendi Solihin menjelaskan bahwa RAPBD Kukar 2024 merupakan pelaksanaan tahun ke-3 RPJMD Tahun 2021-2026 dengan tema “Pengembangan Ekonomi Unggulan Daerah Berbasis Desa dan Kecamatan.” Pembangunan diarahkan pada bidang pemerintahan, SDM, perekonomian, dan infrastruktur.
“Kami berharap bahwa pembangunan di tingkat desa dan kecamatan dapat memperkuat fondasi pemerintahan. Nota Keuangan mencakup kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah Tahun Anggaran 2024 untuk mendukung target makro pembangunan.” ungkapnya.
Dari nilai APBD Kukar yang diproyeksikan sebesar Rp 12,62 Triliun, akan dipergunakan untuk belanja daerah dengan target senilai Rp 13,24 Triliun, mencakup belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.
Perhitungan jika terjadi defisit, akan didanai dari penerimaan pembiayaan daerah, termasuk Sisa Lebih Penghitungan Anggaran Tahun Sebelumnya (SiLPA).
“Jika surplus, dapat digunakan untuk pengeluaran pembiayaan daerah.”ucapnya.
Kemudian investasi pemerintah daerah, alokasi pengeluaran pembiayaan guna memperoleh manfaat ekonomi, sosial, atau lainnya, termasuk penyertaan modal sebesar Rp 127 Miliar kepada Bank Kaltimtara.
Dirinya berharap pelaksanaan pembangunan yang telah dan akan dilakukan bisa mewujudkian kesejahteraan masyarakat, seiring dengan visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD Kukar.(*)

















