KUKAR: Turnamen Pickleball yang digelar di Halaman Parkir Gedung Olahraga DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (17/1/2026), tidak hanya menjadi ajang perayaan hari ulang tahun ke-1 National Junior Pickleball (NJP) Kukar, tetapi juga menyoroti sejumlah persoalan penting dalam pengembangan cabang olahraga pickleball di Kukar, khususnya terkait pembinaan atlet dan keterbatasan fasilitas.
Ketua NJP Pickleball Kukar, Nirwajuwita, mengatakan turnamen ini diikuti berbagai klub pickleball di Kukar, di antaranya Disnaker, FRI PM, GBD, SD 01 Loa Kulu, RBT Pickleball Club, PPG, Club Lembuswana, Aji Imbut Pickleball Club, AMS, Club Bintang 5, Club Belur, serta NJP selaku penyelenggara.
Menurutnya, turnamen ini menjadi pemicu semangat bagi para atlet yang selama ini masih berada pada tahap latihan dan jarang mendapat kesempatan bertanding.
“Harapannya, turnamen ini bisa memotivasi teman-teman yang belum siap ikut pertandingan agar ke depan lebih berani mendaftar di turnamen berikutnya,” ujarnya.
Namun di balik antusiasme peserta, Nirwajuwita mengungkapkan kendala utama yang masih dihadapi pickleball Kukar, yakni keterbatasan lapangan outdoor serta waktu latihan yang hanya bisa dilakukan pada sore hingga malam hari.
“Ke depan, kami berharap pickleball di Kukar bisa difasilitasi gedung indoor agar latihan atlet lebih maksimal dan prestasi dapat terus meningkat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) sekaligus Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menegaskan bahwa turnamen seperti ini memiliki peran strategis dalam menjaring atlet dan meningkatkan kualitas pembinaan. Meski tergolong cabang olahraga baru, pickleball Kukar dinilai telah menunjukkan capaian positif.
“Walaupun masih baru, atlet-atlet pickleball di Kutai Kartanegara sudah menorehkan prestasi karena aktif mengikuti event lokal, nasional, bahkan internasional. Kuncinya adalah memperbanyak pertandingan dan event,” tegasnya.
Ia mengapresiasi inisiatif NJP Pickleball yang bersedia menggelar turnamen dan berharap langkah tersebut diikuti klub-klub lain sebagai bagian dari upaya memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.
Yani juga menekankan bahwa pickleball kini telah resmi terdaftar di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar. Dengan status tersebut, IPF Kukar berharap adanya dukungan nyata dari Pemerintah Kukar, terutama dalam penyediaan fasilitas dan sarana pendukung pertandingan.
“Pickleball ini olahraga semua usia dan biayanya relatif murah. Kalau didukung fasilitas dan event rutin, saya yakin akan semakin diminati masyarakat dan melahirkan banyak atlet berprestasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap pickleball sebenarnya sudah terlihat di hampir seluruh kecamatan dan desa di Kukar. Tantangannya, banyak komunitas yang belum terorganisasi dalam klub resmi.
“Ke depan, klub-klub ini akan kami integrasikan ke dalam IPF Kukar sebagai basis pembinaan atlet. Event juga akan dibuat berjenjang sesuai kategori usia agar pembinaan lebih terarah,” tutupnya. (*van)

















