KUKAR: Aktivitas ekonomi kreatif (Ekraf) di Kutai Kartanegara (Kukar) tidak surut sepanjang 2025. Meski pemerintah daerah melakukan rasionalisasi anggaran, Dinas Pariwisata Kukar tetap berhasil menggulirkan enam festival yang tersebar di berbagai wilayah.
Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, memaparkan bahwa sederet kegiatan tersebut meliputi Sanga-Sanga Fest, Koba Fest, Sebuntal Fest, Loa Janan Creative Fest 2025, Pesisir Nusantara, dan Tingkiland Fest yang menjadi penutup rangkaian.
Menurut Zikri, tahun ini Dispar Kukar sebenarnya menyiapkan rencana besar berupa Kukar Land, namun agenda tersebut harus dihentikan karena efisiensi anggaran. Sebagai gantinya, pihaknya merancang festival baru yang bisa tetap menghidupkan ruang kreatif masyarakat.
“Tingkiland Fest itu kegiatan ekraf yang lahir dari rasionalisasi. Ini event terakhir kami di 2025,” jelasnya, Selasa (18/11/2025).
Ia menekankan bahwa konser dan festival yang digelar tidak hanya menghadirkan hiburan panggung, tetapi juga menjadi strategi promosi produk lokal.
“Strateginya bukan hanya mendatangkan artis lalu selesai begitu saja. Tapi bagaimana artis tersebut membantu mengenalkan produk kita. Ketika mereka tampil, alat musik lokal, nuansa tradisi, dan produk ekonomi kreatif kita ikut terlihat. Ini yang ingin kita dorong,” ungkapnya.
Pendekatan itu dianggap efektif karena setiap dokumentasi atau penampilan artis secara otomatis memperluas eksposur produk daerah. Zikri menyebutnya sebagai portofolio penting bagi pengembangan ekraf Kukar ke depan.
Walaupun berjalan di tengah keterbatasan, seluruh festival yang terlaksana tetap memberikan dampak positif bagi ruang kreatif Kukar. Masyarakat mendapatkan hiburan, pelaku ekraf memperoleh panggung, dan identitas budaya lokal semakin dikenal.
Enam festival ini sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Kukar Idaman Terbaik, terutama pada sektor ekonomi kreatif, seni pertunjukan, dan pelestarian tradisi daerah.
Saat dikonfirmasi kembali terkait penutup agenda ekraf tahun ini, ia membenarkan bahwa Tingkiland Fest menjadi festival terakhir 2025.
“Tingkiland Fest menutup tahun ini di bidang ekraf. Itu hasil dari pemotongan dan rasionalisasi anggaran, jadi kami manfaatkan anggaran yang ada dengan strategi khusus seperti ini,” pungkasnya. (*van)

















