KUKAR- Wahana Sky Tower yang berada di Pulau Kumala Tenggarong kini tengah diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar), agar bisa dioperasikan untuk meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata, Slamet Hadiraharjo, melalui Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, M Ridha Fatrianta, mengatakan bahwa Sky Tower saat ini masih dalam tahap pengumpulan data perbaikan. Dispar Kukar berencana melibatkan Politeknik ATMI Surakarta untuk rencana perbaikan tersebut.
“Namun untuk melakukan perbaikan, tentu prosesnya panjang. Seperti inventarisasi peralatan yang ada, hingga mekanisme mesinnya. Karena dulunya data-data yang punya itu kan hampir tidak ada, dulu mekanisme masih manual,” kata Ridha, Senin (5/2/2024)
Ridha menjelaskan bahwa perbaikan Sky Tower ini masih dalam perencanaan karena perlu dilakukan penelusuran terkait mesin maupun peralatan dari Sky Tower tersebut.
“Untuk anggaran belum ada, karena berbicara anggaran masih jauh karena kita masih melihat kondisi Sky Tower, mulai dari menginventarisasi peralatan yang rusak. Sehingga terkait pembiayaan masih belum, jadi nanti masih dicoba dikoordinasikan dengan yang pembuatnya dulu, karena yang membuat kan perusahaan dari Jerman,” ungkap Ridha.
Perencanaan perbaikan Sky Tower ditargetkan pada tahun 2024. Namun, untuk perbaikan masih menunggu hasil identifikasi. Dispar juga sudah mengajak beberapa pihak untuk melihat kondisi Sky Tower sebelumnya, namun di tahun ini Dispar mencoba menindaklanjuti kembali.
Ditambahkan Ridha, bahwa pihak Politeknik ATMI Surakarta sudah meminta data-data dan video Sky Tower, serta gambar lainnya untuk memperkirakan apa saja yang diperlukan dan tenaga ahli apa saja yang dibutuhkan. Jika sudah ditentukan, pihak Dispar akan mengambil langkah berikutnya.
“Jika dilihat kondisi bangunan masih bagus, begitu juga dengan kerangka besinya. Cuma mereka perlu melihat lagi banyak sekali jaringan elektro, jadi mereka minta foto per item yang ada di Sky Tower yaitu jaringan elektro. Dan juga untuk sementara ini belum ada keluar pembiayaan.” pungkasnya (adv/dk1)

















