Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DINAS PARIWISATA KUKAR

Seni dan Budaya Jadi Fondasi Ekonomi Kreatif Kukar: Dispar Dorong Program Penguatan Komunitas Lokal

407
×

Seni dan Budaya Jadi Fondasi Ekonomi Kreatif Kukar: Dispar Dorong Program Penguatan Komunitas Lokal

Share this article
Penampilan Tari Pada Salah Satu Event di Kukar
Penampilan Tari Pada Salah Satu Event di Kukar
Example 468x60

KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) tidak lagi memandang seni dan budaya semata sebagai warisan masa lalu. Di bawah program Kukar Idaman Terbaik, sektor ini justru ditempatkan sebagai pilar utama penguatan ekonomi kreatif dan pembangunan pariwisata berbasis identitas lokal.

Melalui Program Ke-8 yakni Penguatan Penggiat Seni dan Budaya Daerah, Dispar Kukar mengambil langkah konkret untuk menjadikan pelaku seni sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menyebut langkah ini sebagai pergeseran paradigma dari sekadar pelestarian ke arah pemberdayaan.

“Kami tidak ingin seni budaya hanya menjadi tontonan sesaat. Harus ada sistem pembinaan, pendanaan, dan penguatan SDM agar pelaku seni bisa hidup dari karyanya. Ini sejalan dengan visi besar Kukar Idaman Terbaik,” kata Arianto, Selasa (01/07/2025).

Program ini dirancang menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana bagi sanggar seni, legalitas kelembagaan, promosi pertunjukan, hingga pelatihan peningkatan kapasitas pelaku seni dan budaya di seluruh kecamatan. Semua diarahkan untuk membentuk ekosistem kreatif yang mandiri, berdaya saing, dan mampu mendukung sektor pariwisata secara langsung.

Menurut Arianto, Kukar memiliki modal budaya yang sangat kuat. Namun, selama ini belum terkelola maksimal sebagai daya tarik wisata. Dengan integrasi antara sektor seni budaya dan destinasi wisata, pihaknya menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan serta tumbuhnya ekonomi berbasis komunitas.

“Seni budaya jika dikemas secara profesional bisa menjadi panggung ekspresi sekaligus penggerak ekonomi lokal. Kita tidak bicara seni panggung saja, tapi juga kriya, kuliner tradisional, cerita rakyat, hingga festival tematik yang bisa menarik minat wisatawan,” jelasnya.

Salah satu langkah nyata adalah mendorong pembangunan pusat seni dan budaya di tiap kecamatan, serta mempercepat reorientasi kawasan Pulau Kumala menjadi pusat kuliner dan budaya nusantara yang modern. Kawasan ini akan disulap menjadi ikon wisata baru yang merepresentasikan kekayaan seni, budaya, dan sejarah Kukar.

Namun demikian, Arianto menegaskan bahwa pengembangan seni dan budaya tetap harus terarah dan sesuai regulasi. Pemerintah akan menyusun petunjuk teknis (juknis) untuk memastikan semua program berjalan terukur dan hasilnya maksimal.

“Kita terbuka terhadap inovasi masyarakat, tapi tetap ada koridor. Tanpa arah yang jelas, program bisa jadi seremonial saja. Karena itu, pembinaan tetap harus didampingi, termasuk dalam aspek manajemen dan penguatan kelembagaan,” ujarnya.

Langkah strategis ini sekaligus menjadi bukti bahwa seni dan budaya bukan sekadar nostalgia, tetapi juga instrumen pembangunan daerah yang berkelanjutan. Jika dijalankan konsisten, Kukar berpeluang besar menjadi pusat kebudayaan dan pariwisata yang diperhitungkan di Kalimantan Timur bahkan secara nasional.

“Dengan pelibatan komunitas, pelaku seni, dan masyarakat secara luas, kami optimistis bahwa ekosistem kreatif lokal akan terus tumbuh, membentuk identitas daerah yang kuat dan berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat.” tutupnya.(Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *