KUKAR : Desa Semayang di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, menyimpan potensi wisata luar biasa yang masih menanti untuk digarap maksimal. Di jantung desa ini terhampar Danau Semayang, salah satu dari tiga danau terbesar di Kalimantan Timur, yang dikenal sebagai surga bagi para pecinta mancing.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Semayang, Mariatul Husna, menyampaikan bahwa potensi wisata yang dimiliki desanya sangat besar, terutama berkat kekayaan ekosistem perairan danau yang menjadi rumah bagi beragam jenis ikan air tawar.
“Kami di Semayang itu destinasinya lebih ke danau. Danau Semayang termasuk salah satu dari tiga danau terbesar di Kalimantan Timur. Ikannya juga melimpah, jadi cocok untuk wisata mancing,” ungkap Mariatul, Kamis (19/6/2025).
Dukungan terhadap pengembangan wisata ini pernah datang dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, yang memberikan bantuan berupa enam unit homestay dan satu kedai kuliner.
Sayangnya, bantuan tersebut belum dapat difungsikan karena belum adanya serah terima resmi akibat pergantian kepemimpinan dan perubahan kebijakan di tingkat provinsi.
“Kami belum bisa menjalankan homestay karena belum ada instruksi dan serah terima. Kalau dulu danau jadi prioritas, sekarang lebih ke pesisir,” jelas Mariatul.
Akses menuju Desa Semayang memang telah menunjukkan kemajuan dengan adanya pengerasan jalan secara bertahap. Namun, tantangan seperti banjir musiman dan keterbatasan air bersih masih menghambat kemajuan sektor wisata secara menyeluruh.
Pokdarwis Desa Semayang sendiri terbentuk pada 2021 dan memperoleh pengesahan melalui SK resmi pada 2022. Sejak itu, mereka terus menjaga semangat dalam mempromosikan potensi wisata desa, meski keterbatasan regulasi dan minimnya pendampingan teknis membuat langkah mereka tersendat.
“Kami ingin ada perhatian dan pendampingan lebih lanjut, khususnya soal pengelolaan bantuan dan pemanfaatannya. Jangan sampai bantuan itu mubazir hanya karena belum ada kejelasan pengelolaan,” tegas Mariatul.
Ia pun berharap ada kesinambungan bantuan dari pemerintah, tidak hanya dalam bentuk fisik, tapi juga melalui pelatihan, pembinaan, dan penguatan kelembagaan agar Pokdarwis dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kukar, M. Ridha Fatrianta, menyatakan komitmen pihaknya untuk terus mendukung pengembangan wisata desa, termasuk di Semayang.
“Kami terus mendorong upaya kolaboratif untuk memaksimalkan potensi desa wisata, dan Desa Semayang menjadi salah satu perhatian kami,” ujarnya.
Dengan kekayaan alam yang luar biasa dan semangat masyarakat lokal yang tinggi, Danau Semayang berpeluang menjadi destinasi unggulan Kukar, asalkan didukung dengan kebijakan yang tepat, pendampingan yang intensif, serta sinergi antarpemangku kepentingan. (Adv/dk)

















