Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DINAS PARIWISATA KUKAR

Semangat Budaya dan Kebersamaan Warnai Festival Cenil di Kota Bangun III

417
×

Semangat Budaya dan Kebersamaan Warnai Festival Cenil di Kota Bangun III

Share this article
festival cenil
Example 468x60

KUKAR : Suasana meriah menghiasi halaman Kantor Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Rabu (30/4/2025), dalam gelaran Festival Cenil yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa. Festival ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus perayaan ulang tahun Desa Kota Bangun III yang ke-42.

Berbagai sajian tumpeng cenil makanan khas Nusantara menjadi daya tarik utama dalam festival ini. Tak kurang dari 70 loyang cenil disiapkan dan disajikan untuk masyarakat, sebagai simbol kebersamaan dari 21 RT yang ada. Tak hanya warga, keterlibatan juga datang dari sekolah-sekolah, dinas kesehatan, komunitas seni dan literasi, serta elemen masyarakat lainnya.

Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto, menjelaskan bahwa Festival Cenil merupakan bentuk nyata semangat warga untuk melestarikan budaya lokal.

“Ini adalah hasil kerja sama dan kekompakan masyarakat. Kita ingin menghidupkan kembali budaya yang pernah ada, menjadikannya bagian dari identitas desa,” ungkapnya.

festival cenil

Festival yang berlangsung seharian penuh ini diawali dengan pentas seni, dilanjutkan dengan lomba mewarnai untuk siswa SD, kemudian pembukaan resmi festival. Acara berlanjut dengan kunjungan ke bazar UMKM, termasuk stan Bazar Cenil yang menampilkan produk olahan lokal. Sore hingga malam hari, masyarakat disuguhkan lagi dengan berbagai pertunjukan seni tradisional.

Dalam pembukaan acara inti, tiga kelompok kesenian utama tampil memukau Turongo Setia Budoyo, Gita Suara, serta kelompok seni dari sekolah-sekolah sekitar. Selain itu, penampilan seni juga melibatkan pelajar dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga MTs, yang menjadi bukti antusiasme generasi muda terhadap seni dan budaya.

Pemerintah desa juga membuka ruang bagi para pelaku seni untuk menyampaikan masukan demi pelestarian budaya ke depan. “Kalau memang dibutuhkan event atau wadah untuk berekspresi, kami siap memfasilitasi,” tambah Lilik.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta. Ia menyatakan bahwa Festival Cenil mampu menjadi pemicu berkembangnya produk lokal dan penggerak roda perekonomian masyarakat.

“Melibatkan banyak kelompok desa seperti KWT, pelajar, dan komunitas lainnya menjadikan kegiatan ini sarat makna. Senang bisa menyaksikan semangat masyarakat yang luar biasa,” pungkas Ridha. (adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *