Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARAUncategorized

Sekda Kukar: Dari 74 SPPG, Sekitar 20 Unit Sudah Beroperasi, Lokasi 3T Jadi Perhatian Khusus

253
×

Sekda Kukar: Dari 74 SPPG, Sekitar 20 Unit Sudah Beroperasi, Lokasi 3T Jadi Perhatian Khusus

Share this article
SPPG Di JI. Panjaitan, Gg. Mesjid Agung 1 Rt. 01 NO. 45 Tenggarong Kutai Kartanegara. (Irvan/dutakaltimnews.com)
SPPG Di JI. Panjaitan, Gg. Mesjid Agung 1 Rt. 01 NO. 45 Tenggarong Kutai Kartanegara. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, mengungkapkan bahwa total Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang direncanakan di Kukar berjumlah 74 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 unit berada di wilayah 3T (terpencil, terluar, dan terjauh), termasuk yang berada di kawasan pulau-pulau.

Sunggono menyampaikan, secara umum progres pembangunan SPPG di Kukar terus berjalan. Bahkan, sejumlah investor telah menyelesaikan pembangunan unit SPPG, meski data rinci terkait jumlah yang sudah rampung masih menunggu laporan resmi dari Satgas Kabupaten.

“Untuk tambahan yang sudah beroperasi, terakhir yang saya ketahui ada tiga unit. Secara keseluruhan, saat ini sudah sekitar 20-an SPPG yang beroperasi di Kutai Kartanegara,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa SPPG yang progres pembangunannya terkoreksi karena belum selesai dan harus dibangun ulang. Terhadap kondisi tersebut, saat ini Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan investigasi langsung ke lapangan.

“Mereka sedang turun ke lokasi. Bahkan kemarin saya hubungi karena ingin menyerahkan gedung yang akan dijadikan kantor mereka, tapi mereka masih berada di lapangan untuk memantau progres pembangunan di kecamatan dan desa,” jelasnya.

Menurut Sunggono, hasil monitoring tersebut dalam waktu dekat akan dilaporkan kepada dirinya, termasuk kepastian jumlah tambahan SPPG yang progres pembangunannya telah diselesaikan.

Terkait SPPG yang berada di wilayah tertentu, khususnya kawasan 3T, Sunggono menyebut penanganannya dilakukan secara khusus oleh BGN yang berkoordinasi langsung dengan mitra investor.

“Untuk lokasi-lokasi tertentu sudah ada perlakuan tersendiri. BGN yang langsung berkoordinasi dengan investor yang berminat membangun. Pemerintah daerah hanya membantu memfasilitasi, termasuk menghubungkan dengan pihak desa atau kelurahan,” terangnya.

Ia menegaskan, Pemkab Kukar berharap seluruh pembangunan SPPG dapat dituntaskan pada tahun ini. Hal tersebut dinilai penting agar seluruh anak-anak di Kukar dapat merasakan manfaat program pemenuhan gizi secara merata.

“Kami ingin tahun ini semuanya bisa selesai. Masih ada laporan dari orang tua, guru, bahkan anak-anak sendiri yang belum mendapatkan manfaat. Contohnya di Tenggarong Seberang, ada SMA yang belum terlayani,” ungkapnya.

Sunggono menambahkan, keberhasilan program SPPG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat, termasuk para pemasok bahan baku dari komunitas lokal.

“Kita ingin semua bisa merasakan dampaknya, baik penerima manfaat maupun para pemasok bahan baku,” ungkapnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *