KUKAR: Kepulangan mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, ke Tenggarong setelah hampir sembilan tahun meninggalkan kampung halaman membawa banyak cerita. Salah satu hal yang paling dirindukannya selama berada di luar daerah adalah kuliner khas Kutai.
Saat berbincang dengan awak media di kediamannya, Rita mengaku makanan pertama yang terlintas di benaknya ketika ditanya soal makanan favorit di Kukar adalah Bakso GLG.
“Bakso,” jawab Rita singkat saat ditanya makanan yang paling dirindukannya setelah kembali ke Tenggarong.
Menurut Rita, Bakso GLG bukan sekadar makanan biasa, melainkan memiliki banyak kenangan dalam hidupnya. Ia bahkan menyebut dirinya seperti “endorser” dari bakso legendaris tersebut karena sangat sering mengonsumsinya sejak masih remaja.
Rita mengenang saat perayaan ulang tahunnya yang ke-17 di rumah keluarga di Tenggarong. Saat itu, Bakso GLG menjadi menu utama yang disajikan kepada para tamu yang hadir.
“Saya ini seperti endorser-nya Bakso GLG. Waktu ulang tahun umur 17 tahun, makanannya Bakso GLG. Setiap hari saya bisa tiga kali makan bakso itu,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Ia juga mengaku mengenal baik keluarga pemilik usaha bakso tersebut sejak lama. Menurutnya, usaha yang dulunya dikelola sang ayah kini telah diteruskan oleh generasi berikutnya.
Kerinduannya terhadap Bakso GLG ternyata tidak hilang meski harus menjalani masa tahanan selama bertahun-tahun. Rita mengungkapkan beberapa sahabat dan kerabat kerap mengirimkan bakso tersebut ke tempat dirinya menjalani masa hukuman.
Selain bakso, Rita juga mengaku merindukan berbagai makanan khas Kutai lainnya. Ia menyebut kuliner daerah memiliki cita rasa yang khas dan selalu mengingatkannya pada kampung halaman yang telah lama ditinggalkan.
“Makanya saya kangen makanan-makanan sini. Gangan salai, gangan labu, pija dan banyak lah,” pungkasnya. (*van)

















