KUKAR: Sejumlah pedagang terlihat sudah mengisi lapak di Pasar Tangga Arung. Salah satunya Fikri pedagang Toko Tika yang berlokasi di lantai 2, mengaku telah mencapai kesiapan sekitar 90 persen menjelang peresmian pasar yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, (5/1/2025). Toko tersebut menjual beragam produk seperti tas sekolah, tas kerja, tas jalan, hingga koper dengan berbagai model dan ukuran.
Fikri, mengatakan proses persiapan masih terus dilakukan sembari menata barang dagangan di lapak.
“Kesiapan kami sudah sekitar 90 persen. Sambil jalan, sambil nyusun barang,” ujarnya, Sabtu (3/1/2025).
Ia menyambut baik rencana peresmian Pasar Tangga Arung karena dinilai dapat meningkatkan kunjungan masyarakat dan berdampak positif terhadap penjualan pedagang.
“Bagus saja, semakin cepat diresmikan kan semakin ramai. Itu bagus untuk dagangan kami,” katanya.
Untuk menarik minat pembeli, Toko Tika menawarkan harga yang relatif terjangkau. Bahkan sejumlah produk dijual dengan harga di bawah pasaran sebagai upaya menghidupkan suasana pasar.
“Sekarang kami main harga murah. Kalau bisa di bawah harga pasaran, supaya pasar cepat hidup,” jelas Fikri.
Ia mencontohkan, tas sekolah anak yang sebelumnya dijual seharga Rp150 ribu kini didiskon menjadi sekitar Rp130 ribu. Sementara tas lain yang biasanya Rp180 ribu, kini dijual sekitar Rp150 ribu. Selain itu, tersedia pula tas dengan harga mulai dari Rp60 ribu hingga Rp80 ribu. Untuk koper, harga dibanderol mulai dari Rp200 ribu.
Fikri juga menilai perbedaan Pasar Tangga Arung yang baru dengan pasar sebelumnya sangat signifikan. Menurutnya, pasar lama hanya bersifat penampungan sementara, sedangkan pasar baru tampil lebih modern dan strategis.
“Dulu tempatnya hanya penampungan. Sekarang ini sudah seperti mal, modern dan lokasinya di pusat. Orang jadi antusias datang, bisa jalan-jalan sekalian belanja,” ungkapnya.
Ia mengakui tantangan terbesar pedagang saat ini adalah persaingan dengan toko online. Namun, hal tersebut disiasati dengan menyesuaikan harga agar mendekati harga daring.
“Musuh utama kami memang online. Makanya harga kami turunkan mendekati harga online, biar orang tetap mau datang belanja langsung,” katanya.
Terkait harapan ke depan, Fikri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas pembangunan dan penataan Pasar Tangga Arung yang dinilainya jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
“Kalau dari pemerintah, jujur saja saya bangga. Rehabnya bagus, sekarang modelnya seperti mal. Ditambah lagi ada taman, itu bikin pengunjung makin datang,” tuturnya.
Ia berharap perhatian terhadap pedagang terus ditingkatkan, khususnya dalam menjaga kestabilan harga agar pasar semakin ramai dan berkelanjutan.
“Kalau harga bisa lebih ditekan lagi, pasti makin mantap. Untuk pemerintah sendiri saya salut, sudah bagus,” jelasnya. (*van)

















