Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

SDN 011 Tenggarong Masih Kekurangan Ruang Kelas, Enam Rombel Harus Masuk Siang

278
×

SDN 011 Tenggarong Masih Kekurangan Ruang Kelas, Enam Rombel Harus Masuk Siang

Share this article
Bangunan SDN 011 Tenggarong (Dok. Andri/dutakaltimnews.com)
Bangunan SDN 011 Tenggarong (Dok. Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: SDN 011 Tenggarong masih menghadapi keterbatasan ruang kelas. Dari total 18 rombongan belajar (rombel), sebanyak enam rombel terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar pada siang hari karena jumlah ruang kelas yang tersedia belum mencukupi.

Kepala SDN 011 Tenggarong, Jumaiti Sabri, mengatakan kondisi tersebut membuat proses pembelajaran kurang efektif. Pihak sekolah berharap pembangunan ruang kelas baru dapat direalisasikan sehingga seluruh siswa dapat mengikuti pembelajaran pada pagi hari.

“Kami punya area untuk dibangunkan enam kelas. Harapan kami dibuatkan bangunan baru karena kalau masuk siang itu sebenarnya kurang efektif,” ujar Jumaiti Jumat (28/8/2026).

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 12 rombel yang mengikuti pembelajaran pada pagi hari, sementara enam rombel lainnya masuk siang. Kondisi tersebut terjadi semata-mata karena keterbatasan ruang kelas.

“Kalau kelasnya cukup, kami bisa masuk pagi semua. Kalau ada kegiatan-kegiatan, masuk pagi semua juga lebih enak karena tidak terbentur dengan yang masuk siang,” jelasnya.

Selain ruang kelas, sekolah juga masih membutuhkan sejumlah fasilitas penunjang. Salah satunya adalah musala yang saat ini belum dapat difungsikan secara optimal karena digunakan sementara untuk menyimpan sejumlah buku dan barang.

Sekolah sebenarnya telah memiliki ruang perpustakaan, tetapi sejumlah fasilitas lain masih belum memadai. Bahkan, beberapa bangunan sekolah masih menggunakan konstruksi kayu dan dinilai kurang nyaman, terutama ketika digunakan untuk pembelajaran pada siang hari.

“Kalau bisa semua beton. Kami punya bangunan yang agak rendah, jadi kalau masuk siang itu panas. Harapannya kelas ditambah, ada musala, perpustakaan, dan ruang guru yang tidak perlu menggunakan ruang kelas,” katanya.

Jumaiti menuturkan, pihaknya telah beberapa kali mengusulkan pembangunan dan revitalisasi fasilitas sekolah kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar. Bahkan, pengajuan terbaru telah mendapatkan respons dan sekolah diminta melengkapi sejumlah dokumen persyaratan.

“Kemarin kami sudah usulkan, sudah ada balasan untuk revitalisasi dan sudah diminta pemberkasannya. Itu sudah kami ajukan, tinggal menunggu. Semua sudah kami usulkan untuk pembangunan itu,” ungkapnya.

Ia berharap pembangunan dapat direalisasikan tahun ini. Dengan demikian, seluruh siswa dapat mengikuti pembelajaran pada pagi hari dan sejumlah fasilitas yang saat ini belum tersedia atau masih memanfaatkan ruang kelas dapat segera dipenuhi.

Menurutnya, kebutuhan sarana dan prasarana tersebut menjadi penting karena SDN 011 Tenggarong berada di kawasan perkotaan. Usulan serupa juga telah disampaikan oleh beberapa kepala sekolah sebelumnya, tetapi hingga kini belum seluruhnya terealisasi.

“Kami sudah masuk beberapa kali pengajuan. Dari beberapa kepala sekolah sebelumnya juga sudah diusulkan, tetapi belum terealisasi. Mungkin ada beberapa pertimbangan, termasuk kondisi anggaran,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan SD Disdikbud Kukar, Gamal Abdul Aziz, mengatakan terdapat banyak sekolah yang mengusulkan bantuan revitalisasi. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas.

Menurut Gamal, sekolah yang diprioritaskan adalah satuan pendidikan dengan kondisi bangunan yang sudah tidak layak dan membutuhkan penanganan segera.

“Yang layak mendapatkan bantuan revitalisasi itu kurang lebih ada 88 sekolah yang sudah kami usulkan. Tahun ini insyaallah kami mendapatkan sekitar 23 sekolah yang saat ini sudah menuju proses PKS dengan kementerian,” kata Gamal.

Ia menjelaskan, program revitalisasi tersebut khusus untuk jenjang SD, sedangkan jenjang SMP dan PAUD memiliki alokasi serta proses tersendiri.

Sekolah penerima program juga tersebar di sejumlah wilayah Kukar, baik kawasan hulu, tengah maupun pesisir.

Gamal menegaskan, tidak semua usulan sekolah dapat langsung diakomodasi karena pemerintah harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran dan tingkat urgensi masing-masing sekolah. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *