Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARKUTAI KARTANEGARA

Sangasanga Muara, Kota Juang dengan Jejak Sejarah yang Perlu Dilestarikan

204
×

Sangasanga Muara, Kota Juang dengan Jejak Sejarah yang Perlu Dilestarikan

Share this article
ebe7c57d 3703 4667 9ae9 90d62e6cd448
Situs Bersejarah di Sangasanga Muara (Dok.Kelurahan Sangasanga Muara)
Example 468x60

KUKAR : Kelurahan Sangasanga Muara, Kecamatan Sangasanga, memiliki banyak situs bersejarah yang menjadi bukti perjuangan bangsa. Lurah Sangasanga Muara, Mispan, mengungkapkan bahwa sejak dirinya masih menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan, sudah tercatat sejumlah situs bersejarah di wilayah Sangasanga yang masuk daftar pusat, provinsi, maupun daerah.

Ia menyebut jumlahnya ada sekitar dua puluhan, baik yang sudah terdata maupun yang belum. Namun, untuk detailnya tentu lebih diketahui oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan karena instansi itu yang membidangi situs sejarah dan budaya,

Beberapa situs penting yang terdapat di Muara Sangasanga di antaranya Monumen Merah Putih, Benteng Jepang, dan Gua Kutubang. Dari ketiganya, Monumen Merah Putih masih terpelihara dengan baik.

“Monumen ini menjadi simbol perjuangan dengan patung pejuang yang membawa bendera merah putih. Setiap kali digelar napak tilas perjuangan, kegiatan selalu diawali dari monumen tersebut.” jelasnya Selasa (12/8/2025).

Meski demikian, Mispan mengakui sebagian situs bersejarah masih kurang terawat. Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih maksimal dalam melakukan perawatan dan penjagaan.

“Jika situs-situs ini dirawat dengan baik, selain menjadi identitas perjuangan, juga bisa menjadi sarana edukasi budaya yang dikenal hingga tingkat nasional,” tambahnya.

Saat ini, situs-situs bersejarah di Sangasanga terbuka untuk umum. Masyarakat maupun pengunjung kerap datang sekadar berfoto atau menyaksikan langsung peninggalan sejarah. Tidak heran, kawasan ini dijuluki sebagai “Kota Juang” karena erat dengan sejarah perlawanan rakyat.

Lebih lanjut, Mispan menuturkan bahwa pernah ada rencana pemerintah untuk mengembangkan pariwisata berbasis sejarah di Sangasanga. Beberapa gagasan yang sempat dibahas, seperti pembangunan patung Soekarno dan alun-alun, dinilai dapat menjadi sarana budaya sekaligus ruang publik bagi masyarakat.

“Kalau rencana itu terealisasi, alun-alun bisa difungsikan sebagai pusat kegiatan masyarakat, tempat singgah wisatawan, hingga arena pendidikan dan kesenian. Bahkan bisa dimanfaatkan untuk latihan teater atau pertunjukan budaya. Jadi, situs sejarah tidak hanya berdiri sebagai monumen, tetapi juga hidup sebagai pusat aktivitas,” ujarnya.

Dengan kekayaan sejarah yang dimiliki, Sangasanga Muara memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata sejarah unggulan di Kutai Kartanegara. Pelestarian dan pengembangan situs bersejarah bukan hanya menjaga jejak perjuangan, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kebersamaan masyarakat dalam membangun daerah. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *