BALIKPAPAN: Peresmian Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026), bukan sekadar penanda beroperasinya infrastruktur energi raksasa.
Di hadapan jajaran menteri dan pimpinan Pertamina, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melontarkan pesan keras praktik-praktik tidak sehat di sektor energi harus dihentikan, demi swasembada nasional.
Dalam peresmian infrastruktur energi terintegrasi Pertamina tersebut, Presiden Prabowo secara terbuka menyinggung adanya permainan yang selama ini menghambat kemandirian energi Indonesia.
Ia menyebut ada pihak-pihak yang memanfaatkan celah regulasi dan kebijakan impor demi keuntungan pribadi, sementara rakyat harus menanggung dampaknya.
“Beberapa tahun belakangan ini terjadi manajemen permainan-permainan tidak sehat di Pertamina dan di peraturan ESDM kita. Ada orang-orang pintar, tapi serakah, yang memanipulasi harga impor demi keuntungan segelintir pihak, sementara rakyat menderita,” tegas Prabowo dalam sambutannya, pada peresmian RDMP Balikpapan, pada hari Senin, 12 Januari 2026.
Menurut Presiden, praktik tersebut membuat Indonesia terus bergantung pada impor energi, padahal potensi dalam negeri sangat besar. Karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola sektor energi, termasuk di tubuh PT Pertamina (Persero).
Sebagai langkah konkret, Prabowo menyebut telah menempatkan figur-figur baru di jajaran direksi Pertamina, salah satunya Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama.
Ia pun memberi pesan tegas agar jabatan strategis tersebut dijalankan dengan integritas tinggi, karena jabatan Direktur Utama Pertamina sangat strategis, godaannya besar. “Saya beri tugas, jangan korupsi. Jangan mencari kekayaan di atas kepercayaan negara. Demi bangsa dan negara, kita harus tegas. Kalau ada yang tidak bagus, pecat. Jangan ragu,” ujarnya.
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa perjalanan proyek RDMP Balikpapan tidak berjalan mulus. Target penyelesaian yang semula direncanakan pada Mei 2024 sempat mundur akibat berbagai hambatan, termasuk insiden kebakaran di area proyek.
“Proyek RDMP ini banyak dramanya. Seharusnya bisa direalisasikan awal Mei 2024, tapi terjadi kebakaran. Ada bagian yang terbakar dan ini perlu ditelusuri lebih lanjut,” kata Bahlil.

Lebih jauh, Bahlil menyebut hasil investigasi menunjukkan adanya indikasi pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia memiliki cadangan energi yang kuat dan mencapai swasembada.
Menurutnya, kepentingan impor masih menjadi godaan besar. “Ternyata ada udang di balik batu. Masih ada yang tidak rela kalau kita swasembada energi. Maunya impor terus. Ini harus kita hadapi dan selesaikan,” tegasnya.
RDMP Balikpapan sendiri menjadi salah satu proyek strategis nasional paling penting dalam peta ketahanan energi Indonesia. Beroperasinya kilang ini diharapkan mampu memperkuat pasokan energi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.
Peresmian RDMP Balikpapan juga menegaskan posisi Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan, sebagai pusat industri energi strategis nasional. Acara tersebut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, jajaran pimpinan PT Pertamina (Persero), serta pemangku kepentingan sektor energi nasional, termasuk Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman.
Dengan pesan tegas Presiden dan mulai beroperasinya RDMP Balikpapan, pemerintah menegaskan bahwa agenda swasembada energi tidak lagi sekadar wacana, melainkan pertarungan nyata melawan praktik lama yang selama ini membelenggu sektor energi nasional.(las)

















