BALIKPAPAN: Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyambut peresmian Proyek Strategis Nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai momentum besar bagi masa depan kota dan ketahanan nasional.
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menilai kehadiran RDMP selaras langsung dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air.
Bagus menyebut, sejak akhir 2025 pemerintah pusat telah mencatat capaian penting di sektor pangan dengan terwujudnya swasembada beras. Kini, melalui RDMP Balikpapan, fokus berlanjut pada ketahanan energi yang mulai menunjukkan hasil nyata.
“Dari laporan Direktur Pertamina dan juga Menteri ESDM, untuk kebutuhan solar Indonesia sudah tidak impor lagi,” ujar Bagus, pada hari Selasa, 13 Januari 2026.
Menurutnya, posisi Balikpapan sebagai kota industri hulu dan hilir migas menjadikan RDMP sebagai peluang strategis, terutama bagi generasi muda.
Ia menekankan pentingnya peran anak muda Balikpapan sebagai agen perubahan dalam menghadapi modernisasi dan pembangunan industri energi nasional.
“Ini peluang besar bagi anak-anak muda Balikpapan untuk bekerja, berinisiatif, dan terlibat langsung dalam modernisasi. Mereka bisa menjadi agent of change, agent of modernization, dan agent of development,” jelasnya.
Bagus optimistis, beroperasinya RDMP akan berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Balikpapan. Dengan nilai investasi proyek yang mencapai sekitar Rp 127 triliun, RDMP disebutnya sebagai aset nasional yang harus dijaga bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kita sebagai warga Balikpapan wajib menjaga proyek strategis nasional ini. Nilainya luar biasa besar dan manfaatnya bukan hanya untuk daerah, tapi untuk Indonesia,” tegasnya.
Selain dampak ekonomi, Pemkot Balikpapan juga berharap RDMP mampu mengatasi persoalan klasik distribusi energi yang kerap dirasakan masyarakat. Bagus menyampaikan optimisme bahwa ke depan tidak akan lagi terjadi antrean panjang BBM maupun kelangkaan LPG.
“Mudah-mudahan dengan RDMP ini tidak ada lagi kemacetan karena antrean BBM atau kelangkaan LPG. LPG juga salah satu produk dari RDMP, jadi seharusnya lebih aman,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung, terutama dalam hal distribusi dan penataan agen penyalur. Pemerintah daerah, kata dia, akan mendorong penertiban agen serta menyiapkan langkah-langkah baru, termasuk rencana pengembangan Jaringan Gas (Jargas) untuk masyarakat.
“Distribusi harus siap, agen-agen harus tertib, dan ke depan kita juga berharap bisa membuka jaringan gas baru untuk warga. Ini bagian dari manfaat langsung yang bisa dirasakan masyarakat,” pungkas Bagus.
Beroperasinya RDMP Balikpapan, Pemerintah Kota optimistis Balikpapan tidak hanya menjadi tulang punggung energi nasional, tetapi juga tumbuh sebagai kota industri modern yang inklusif dan berkelanjutan.(las)

















