KUKAR: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan sejumlah rencana pembangunan dan rehabilitasi sekolah tahun ini harus ditunda. Hal ini menyusul adanya kebijakan rasionalisasi anggaran yang memengaruhi pelaksanaan kegiatan infrastruktur pendidikan.
Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menyampaikan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dihindari. Menurutnya, ada beberapa program yang seharusnya sudah berjalan, namun harus ditunda sementara waktu menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
“Memang ada beberapa kegiatan pembangunan atau pengadaan bangunan, termasuk rehabilitasi, yang harus kita tunda dulu karena adanya rasionalisasi anggaran. Jadi kita perlu melakukan penyesuaian,” jelas Pujianto, Rabu (3/9/2025).
Ia menegaskan, meski sebagian program ditunda, Disdikbud tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan pendidikan di Kukar. Salah satunya dengan mengoptimalkan pemeliharaan aset sekolah yang sudah ada agar tetap bisa digunakan dengan baik.
Menurut Pujianto, sebagian besar aset pendidikan berada di sekolah-sekolah. Karena itu, pihaknya berharap peran aktif kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk menjaga serta merawat aset yang sudah ada, baik berupa bangunan maupun sarana penunjang lainnya.
“Kita berharap sekolah-sekolah bisa menjaga aset kita, baik yang sifatnya bergerak maupun tidak bergerak. Jadi walaupun ada penundaan di sisi pembangunan baru, aset yang sudah ada tetap bisa dimanfaatkan dengan baik,” tambahnya.
Selain itu, Disdikbud Kukar juga tengah memperkuat penertiban administrasi aset pendidikan. Hal ini dilakukan agar laporan keuangan tidak lagi terkendala akibat lambatnya penyusunan data aset yang jumlahnya mencapai ratusan sekolah di Kukar.
Pujianto mengungkapkan, selama ini laporan aset menjadi salah satu persoalan yang sering membuat Disdikbud terlambat menyerahkan laporan keuangan. Karena itu, langkah percepatan administrasi kini mulai dilakukan sejak awal agar tidak menumpuk di akhir tahun.
“Setiap tahun aset ini selalu jadi sorotan, terutama ketika laporan keuangan harus disampaikan. Makanya sekarang kita mulai lebih awal supaya bisa lebih tertib dan cepat,” tegasnya.
Meski menghadapi tantangan anggaran, Disdikbud Kukar optimistis sektor pendidikan tetap bisa berjalan optimal. Pihaknya juga berkomitmen mencari solusi terbaik agar rencana pembangunan sekolah yang tertunda dapat direalisasikan di tahun-tahun mendatang.(adv)

















