Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALHeadline

Rangkaian PKD Tingkat Kaltim Resmi Ditutup, Sekdaprov : Sebagai Bentuk Apresiasi Pelaku Seni Budaya

397
×

Rangkaian PKD Tingkat Kaltim Resmi Ditutup, Sekdaprov : Sebagai Bentuk Apresiasi Pelaku Seni Budaya

Share this article
Sri Wahyuni Sekda Prov.Kaltim
Sri Wahyuni Sekda Prov.Kaltim
Example 468x60

KUKAR: Rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) tingkat provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) resmi ditutup pada Sabtu (6/7/24) di Halaman Museum Mulawarman Tenggarong. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim dari tanggal 4 – 6 Juli 2024.

PKD ini dirangkai dengan berbagai lomba, pameran, stan UMKM, pemilihan Kanda Dinda Kaltim, serta penampilan kesenian yang ada di Kaltim.

Penutupan acara dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, yang mewakili Bupati Kukar, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ahyani Fadianur Diani dan undangan lainnya.

Sri Wahyuni menyatakan bahwa Pekan Kebudayaan Daerah ini adalah bagian dari komitmen Pemprov untuk menghadirkan identitas dan kearifan lokal Kaltim yang membumi, diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Ini adalah ruang apresiasi untuk pelaku seni budaya, tradisi, dan juga masyarakat. Jadi kita dua sisi, satu sisi ada yang pelakunya, yang kedua bagaimana masyarakat juga bisa mengetahui dan mengapresiasi seni budaya yang kita miliki,” kata Sri.

Acara ini meliputi pertunjukan seni, berbagai lomba, dan permainan tradisional. “Setiap tahun kita merayakan Pekan Kebudayaan Daerah yang dilaksanakan di setiap kabupaten dan kota. Ini tahun yang keempat, dan saya melihat acaranya terus bertumbuh dengan semakin bagus dari konsep acaranya dan tata letaknya,” ujarnya.

Selain itu, UMKM juga mendapat perhatian khusus dalam PKD ini. Program dual track di sekolah menengah atas (SMA) memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasah kemampuan bisnis mereka.

“Lulus SMA juga bisa mulai merintis usaha lewat bekal yang diterima selama di sekolah. Ke depan, kita bisa memperluas ini, mungkin dari berbagai sanggar bisa mengenalkan atribut-atribut seni budaya yang bisa dijual, termasuk permainan tradisional,” tambahnya.

Sri juga menyatakan harapannya agar kelompok masyarakat, RT, komunitas, pemuda, atau sekolah dapat memperoleh alat-alat permainan tradisional dari pameran yang ada.

“Kita berharap kegiatan seperti ini bisa terus berkembang,” katanya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengungkapkan bahwa menjadi tuan rumah PKD tingkat provinsi merupakan kebanggaan tersendiri karena dapat mengenalkan kebudayaan yang ada di Kukar.

“Kami sangat bersyukur kegiatan ini berjalan dengan lancar, semua terlibat dalam acara ini baik pelaku seni maupun pelaku UMKM,” tutupnya. (adv)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *