Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DINAS PARIWISATA KUKAR

Proyek Waterboom Pulau Kumala Capai 80 Persen, Ditarget Rampung Akhir 2025

203
×

Proyek Waterboom Pulau Kumala Capai 80 Persen, Ditarget Rampung Akhir 2025

Share this article
f64f3659 1958 4f00 bf80 e52aed37e9ab
Waterboom Pulau Kumala
Example 468x60

KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pariwisata terus mendorong percepatan penyelesaian proyek pembangunan Waterboom di kawasan wisata Pulau Kumala. Proyek ini menjadi salah satu destinasi andalan yang diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan lokal maupun luar daerah.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Meski semula ditargetkan rampung pada tahun 2024, terdapat beberapa kendala teknis yang menyebabkan keterlambatan penyelesaian pekerjaan.

“Target awal penyelesaian kolam arus dan wahana waterboom memang ditetapkan tahun 2024. Namun, ada beberapa kendala dari pihak penyedia jasa, sehingga sisa pekerjaan belum bisa kami bayarkan,” jelas Arianto, Selasa (17/6/2025).

Ia mengakui belum mendalami secara rinci kendala teknis yang dimaksud, namun menegaskan bahwa hal tersebut menjadi penyebab utama tertundanya target penyelesaian proyek. Kendati demikian, pihaknya tetap optimis pembangunan dapat dirampungkan pada tahun ini.

“Anggarannya sudah disiapkan untuk menyelesaikan sisa pekerjaan. Kami harap ke depan tidak ada lagi hambatan berarti yang mengganggu progres proyek ini,” lanjutnya.

Dinas Pariwisata Kukar menargetkan seluruh pekerjaan bisa rampung pada Oktober atau November 2025, sehingga pada akhir tahun kawasan wisata Pulau Kumala bisa menampilkan wajah baru dengan hadirnya wahana waterboom.

Arianto juga menyinggung tantangan dalam proses pengadaan jasa konstruksi. Karena sistem lelang yang digunakan berskala nasional, pemilihan rekanan tidak bisa dibatasi secara lokal.

“Tentu kami berharap mendapatkan mitra kerja yang profesional. Proses lelang nasional ini menjadi tantangan tersendiri. Namun yang pasti, kami tetap mengawal agar pembayaran dilakukan sesuai progres riil di lapangan,” tegasnya.

Menurutnya, Pemkab Kukar tetap memegang prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran. “Kami tidak akan membayar pekerjaan yang belum selesai. Ini prinsip yang terus kami jaga untuk memastikan proyek berjalan sesuai aturan dan kualitasnya terjaga,” pungkasnya. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *