Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPANHeadline

Pola Hidup Tidak Baik Picu Lonjakan Penyakit Tidak Menular

522
×

Pola Hidup Tidak Baik Picu Lonjakan Penyakit Tidak Menular

Share this article
Ketua Ikatan Dokter Indonesia  Kota Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty.(Teks foto: Sulastri).
Ketua Ikatan Dokter Indonesia  Kota Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty.( foto: Sulastri).
Example 468x60

BALIKPAPAN:Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty, mengingatkan bahwa pola hidup anak muda saat ini menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) di Balikpapan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menempati urutan pertama dalam daftar penyakit terbanyak. Namun di posisi kedua, penyakit seperti hipertensi dan diabetes kini mulai mendominasi.

“Kalau hipertensi dan diabetes tidak dikendalikan, bisa berujung pada gagal ginjal hingga harus cuci darah. Diabetes bahkan bisa merusak penglihatan sampai menyebabkan rabun,” jelas dr. Andi Sri Juliarty kerap disapa Dio Rabu (3/9/2025).

Meskipun memang ISPA menjadi penyakit nomor satu, karena penyakit ini mudah menular seperti batuk pilek. Namun, yang menjadi perhatian sekarang penyakit tidak menular seperi diabetes maupun hipertensi yang bisa menyebabkan stroke. “Kan sangat disayang sekali kalau masyarakat banyak stroke karena mempengaruhi produktivitas, jadi susah bekerja,” katanya.

Ia menilai perubahan pola konsumsi pada anak-anak muda, seperti minuman tinggi gula, minuman bersoda, serta makanan cepat saji, mempercepat risiko munculnya PTM. “Sekarang ada usia muda yang sudah terkena diabetes dan hipertensi. Ini jelas mengkhawatirkan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi kesehatan ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni genetik, lingkungan, dan pola hidup. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak menjaga gaya hidup sehari-hari agar terhindar dari risiko penyakit serius di masa depan. “Apa yang berbahaya sekarang kita melihat perubahan pola hidup, life style terhadap anak-anak,” ungkapnya.

Meski demikian, Dio melihat adanya perkembangan positif. Sebagian anak muda sudah mulai sadar pentingnya olahraga. “Ada juga yang rajin lari atau berolahraga. Kalau bisa pola makan juga diperbaiki, supaya seimbang antara aktivitas fisik dan asupan makanan,” tambahnya.

Ia berharap kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terus meningkat sehingga angka penyakit tidak menular dapat ditekan dan produktivitas warga Balikpapan tetap terjaga.(ken)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *