KUKAR: Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mahakam terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi, termasuk sistem berbasis kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI), sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, H. Suparno, mengatakan perkembangan teknologi yang sangat cepat tidak memungkinkan lagi untuk ditunda. Menurutnya, transformasi digital menjadi kebutuhan mutlak, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan keterbukaan informasi publik.
“Teknologi informasi berkembang sangat cepat. Mau tidak mau, peningkatan SDM dan pemanfaatan aplikasi harus dilakukan agar informasi kepada masyarakat bisa tersampaikan dengan baik,” ujar Suparno, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, Perumda Tirta Mahakam saat ini telah memiliki sistem layanan digital bernama SIRANAM. Sistem tersebut memungkinkan pelanggan mengakses berbagai informasi layanan secara mandiri, mulai dari proses pemasangan sambungan rumah (SR), besaran biaya, hingga informasi gangguan layanan.
“Melalui SIRANAM, masyarakat bisa mengetahui harus membayar berapa, bagaimana prosesnya, serta gangguan apa yang sedang terjadi. Jadi tidak perlu lagi datang atau bertanya langsung,” jelasnya.
Meski demikian, Suparno mengakui bahwa pemanfaatan sistem digital tersebut masih belum berjalan secara maksimal. Namun, hal itu merupakan bagian dari proses perubahan dan pembenahan yang terus dilakukan secara bertahap oleh perusahaan.
Ia menegaskan, penerapan teknologi digital juga menjadi langkah penting dalam mendorong transparansi pelayanan dan meminimalisir kesalahpahaman di lapangan, termasuk terkait biaya pemasangan sambungan air yang kerap menjadi keluhan masyarakat.
“Kita sudah waktunya untuk terbuka. Dengan informasi yang bisa diakses melalui teknologi, masyarakat memiliki kejelasan dan bisa melaporkan jika ada ketidaksesuaian,” tegasnya.
Selain sebagai sumber informasi, SIRANAM juga dimanfaatkan sebagai sarana pelaporan gangguan layanan, kebocoran pipa, maupun kejadian lain yang membutuhkan respons cepat dari Perumda Tirta Mahakam.
Dalam memberikan pelayanan air bersih di 20 kecamatan dengan 43 cabang, Suparno mengakui bahwa tantangan yang dihadapi cukup besar. Oleh karena itu, ia berharap peran aktif media untuk menyampaikan berbagai keluhan, masukan, dan informasi dari masyarakat.
“Kami menyadari pelayanan belum sepenuhnya sempurna. Namun dengan dukungan masyarakat dan media, kami berharap layanan Perumda Tirta Mahakam semakin mendekati harapan masyarakat dalam penyediaan air bersih,” tutupnya. (*van)

















