Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineKUTAI KARTANEGARA

Pemkab Kukar Siapkan Lahan Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Loa Ipuh Darat

399
×

Pemkab Kukar Siapkan Lahan Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Loa Ipuh Darat

Share this article
Plt Kepala Dinas Sosial Kukar, Yuliandris Suherdiman. (Irvan/dutakaltimnew.com)
Plt Kepala Dinas Sosial Kukar, Yuliandris Suherdiman. (Irvan/dutakaltimnew.com)
Example 468x60

KUKAR:  Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan lahan seluas 8,5 hektare di Kelurahan Loa Ipuh Darat untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Pembangunan sekolah tersebut ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, Yuliandris Seherdiman, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah memproses sertifikasi lahan melalui Dinas Pertanahan.

“Rencananya lahan yang digunakan berada di Kelurahan Loa Ipuh Darat, mudah-mudahan tahun ini atau awal tahun depan sudah bisa disertifikasi. Karena dari pusat meminta lahan yang benar-benar clear and clean,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Ia berharap proses administrasi tersebut segera tuntas, agar pembangunan Sekolah Rakyat bisa dimulai sesuai jadwal.

“Kalau sertifikatnya sudah selesai, target kami tahun 2026 Sekolah Rakyat sudah mulai dibangun di Kukar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yuliandris menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat akan menjadi kawasan pendidikan terpadu yang menampung siswa dari berbagai jenjang mulai dari SD, SMP, hingga SMA dalam satu lingkungan.

Terkait tenaga pengajar, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Dinas Pendidikan Kukar. Sementara tenaga pengasuh akan disiapkan oleh Dinsos.

“Kalau kita lihat Sekolah Rakyat rintisan di Samarinda, pengasuhnya diambil dari pendamping PKH. Dari Kukar sendiri ada 16 orang pendamping PKH yang sudah bergabung di sana,” terang Yuliandris.

Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat bisa menjadi ruang pendidikan yang inklusif, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Harapan saya, Sekolah Rakyat ini bisa dinikmati oleh anak-anak miskin. Supaya kebutuhan pendidikan dan gizinya bisa terpenuhi,” ujarnya.

Berbeda dengan sekolah umum, Sekolah Rakyat akan menerapkan sistem boarding school atau berasrama. Artinya, kebutuhan siswa mulai dari gizi, tempat tinggal, hingga pakaian akan dijamin sepenuhnya oleh pemerintah.

“Kalau di sekolah biasa, anak-anak masih bergantung pada kondisi ekonomi keluarga. Tapi di Sekolah Rakyat, semuanya ditanggung. Dari makan, tidur, sampai kebutuhan lain. Anak-anak dari keluarga kurang mampu ini kita muliakan,” tegasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *