KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai penanganan sejumlah ruas jalan rusak yang selama ini dikeluhkan masyarakat di berbagai wilayah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan percepatan penanganan jalan rusak menjadi prioritas pemerintah daerah agar mobilitas masyarakat tetap lancar selama momentum Lebaran.
Menurutnya, selama ini hambatan dalam perbaikan jalan bukan disebabkan oleh keterbatasan anggaran, melainkan lebih pada persoalan administratif dan koordinasi antarinstansi.
“Anggaran sebenarnya sudah tersedia dan masyarakat sangat membutuhkan perbaikan. Namun eksekusinya sering terhambat persoalan administrasi. Kami sudah duduk bersama BLP, Inspektorat, dan OPD teknis untuk mengurai masalah ini, dan alhamdulillah solusinya sudah disepakati,” ujar Aulia Rahman Basri, Jumat (6/3/2026).
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah adalah kawasan Sebelimbingan. Mengingat kebutuhan anggaran perbaikan di wilayah tersebut mencapai sekitar Rp130 miliar, Pemkab Kukar menerapkan skala prioritas pada tahun anggaran 2026.
Untuk tahun ini, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan jalan rigid beton serta Rp5 miliar untuk pemeliharaan jalan di wilayah Sebelimbingan.
Aulia menjelaskan, strategi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan beton secara menyeluruh, tetapi juga memastikan kondisi jalan tetap aman dan layak dilalui masyarakat.
“Meski belum seluruhnya dilakukan rigid beton, minimal jalan tidak berlubang dan aman dilalui. Alat berat juga akan disiagakan untuk menangani kondisi jalan setelah hujan agar tetap rata. Targetnya sebelum Lebaran titik-titik kritis sudah tertangani,” jelasnya.
Selain di Sebelimbingan, konsep penanganan darurat dan pemeliharaan rutin juga akan diterapkan di sejumlah wilayah lain seperti Muara Wis, Kota Bangun Darat, Sebulu, hingga ruas jalan di dalam kota.
Bupati menegaskan bahwa kebijakan anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan telah ditetapkan. Oleh karena itu, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan proses pengerjaan di lapangan dapat berjalan sesuai rencana.
“Untuk wilayah dalam kota, perbaikan lubang-lubang jalan juga menjadi prioritas agar tidak membahayakan pengendara. Insyaallah dalam waktu dekat pengerjaan akan mulai dieksekusi secara masif,” pungkasnya. (*van)

















