Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARKUTAI KARTANEGARA

Pemkab Kukar Dorong Petani Muda Go Digital

567
×

Pemkab Kukar Dorong Petani Muda Go Digital

Share this article
Edi Damansyah
Example 468x60

KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan dan perekonomian daerah.

Dalam berbagai kesempatan, Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan pentingnya peran pertanian dalam arti luas, tidak hanya sebagai sektor penghasil pangan, tetapi juga sebagai ladang penciptaan lapangan kerja dan inovasi.

“Selalu saya tekankan bahwa sektor pertanian adalah sektor dengan serapan tenaga kerja terbesar. Kita tidak bisa memandang sebelah mata perannya, terlebih di tengah tantangan ekonomi global saat ini,” ujar Bupati Edi.

Namun, Edi mengakui bahwa tantangan besar masih menghadang, terutama dalam hal regenerasi petani. Pandangan generasi muda terhadap dunia pertanian masih dipenuhi stereotip negatif.

“Banyak anak-anak muda yang masih menganggap dunia pertanian itu identik dengan lumpur, kotor, dan tidak bergengsi. Bahkan ada anggapan bahwa menjadi petani itu menyulitkan dalam pergaulan atau percintaan. Katanya, anak perempuan enggan berpacaran dengan petani,” ungkapnya.

Meluruskan pandangan tersebut, Edi justru mengajak para perempuan muda untuk melihat potensi luar biasa dalam sosok petani masa kini.

“Kalian para perempuan harus mencari pasangan seorang petani. Petani itu setia, hari-harinya dihabiskan bersama keluarga. Mereka tidak banyak waktu untuk hal-hal yang negatif. Dan yang penting, pertanian masa kini sudah canggih. Sudah berbasis teknologi dan manajemen modern,” tegasnya.

Menurut Bupati, era pertanian digital sudah tiba. Anak-anak muda tidak hanya bisa ikut terlibat, tetapi juga memimpin inovasi.

“Sudah banyak petani muda yang sukses menggunakan teknologi digital. Menyiram tanaman pakai drone, membuka lahan dengan mesin modern, dan bahkan memasarkan hasil panen lewat platform digital,” tambahnya.

Salah satu contoh sukses yang disoroti adalah kelompok tani muda di Kecamatan Samboja yang menamakan diri mereka “Joglo Kolong Langit”. Seluruh anggota kelompok ini adalah pemuda-pemudi lokal yang terlibat aktif dalam proses produksi pertanian. Kelompok ini merupakan hasil dari program pelatihan dan magang yang digagas Pemkab Kukar melalui kerja sama dengan Joglo Tani dan Eni Muara Bakau.

“Mereka sempat magang selama tiga bulan di Jogja belajar langsung tentang pertanian modern, manajemen pertanian, dan pemanfaatan teknologi. Setelah kembali ke Samboja, mereka tidak hanya mempraktikkan ilmu yang didapat, tapi juga membuktikan bahwa pertanian bisa menjadi pilihan hidup yang menjanjikan,” kata Edi.

Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, Pemkab Kukar berharap mampu membangun semangat baru di kalangan generasi muda untuk tidak hanya mencintai pertanian, tetapi juga menjadikannya sebagai jalan hidup yang membanggakan dan berdaya saing tinggi.

“Kita tidak hanya ingin mempertahankan sektor ini, tapi membawanya melaju ke masa depan dengan semangat inovasi. Dan masa depan pertanian Kukar ada di tangan anak-anak muda,” pungkasnya. (adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *