KUKAR : Menanggapi pro dan kontra di masyarakat terkait rencana pembangunan jembatan di Kota Tenggarong, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, menyatakan bahwa pihaknya telah mengikuti dinamika tersebut dengan seksama.
Edi meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera mengundang semua pihak terkait guna duduk bersama dan membahas solusi terbaik Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kukar tetap berkomitmen menjaga adab dan kearifan lokal, termasuk perlindungan terhadap situs budaya dan cagar budaya di wilayah Tenggarong dan sekitarnya seperti Morakabang.
“Komitmen ini sudah menjadi bagian dari visi-misi kami sejak Pilkada 2020 lalu, yang salah satu program utamanya adalah ‘Kukar Berbudaya’,” ujarnya Jumat (18/4/2025)
Program tersebut, lanjut Edi, bertujuan untuk melestarikan budaya serta menjaga keberadaan situs-situs bersejarah di Kukar.
Edi juga menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian dan partisipasi masyarakat.
Menurutnya, masukan yang disampaikan melalui berbagai saluran sangat konstruktif dan menjadi bahan pertimbangan penting dalam setiap pengambilan keputusan. Ia berharap pola komunikasi seperti ini terus terjaga demi pembangunan Kukar yang lebih baik dan berkesinambungan.
Terkait dengan pembangunan jembatan, Edi menyebut bahwa aspirasi tersebut telah muncul sejak beberapa waktu lalu. “Sebelumnya, ada tokoh masyarakat yang mengusulkan pembangunan jembatan kecil atau jembatan pejalan kaki untuk memudahkan akses ke Masjid Agung Sultan Sulaiman,” ungkapnya.
Kini, dengan adanya rencana pembangunan jembatan baru, Edi menilai hal itu dapat menjadi alternatif yang lebih luas dan mengakomodasi berbagai kepentingan masyarakat. “Pembangunan ini merupakan bagian dari respon atas aspirasi yang berkembang di masyarakat,” tuturnya.
Edi berharap pembangunan yang direncanakan ini membawa manfaat dan berkah bagi seluruh masyarakat Kukar. (Adv/dk)

















