KUKAR: Bangunan Pasar Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, yang telah berdiri sejak 2022 namun belum dimanfaatkan secara optimal, mendapat perhatian Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani. Ia meminta aset yang dibangun menggunakan anggaran daerah itu segera ditata ulang agar tidak terus menjadi bangunan yang terbengkalai.

Menurut Ahmad Yani, pemerintah daerah bersama pemerintah desa perlu mencari terobosan dengan mengubah fungsi pasar menjadi fasilitas yang lebih produktif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bangunan ini dibangun dengan anggaran APBD yang tidak sedikit. Jangan sampai hanya menjadi bangunan yang mangkrak tanpa fungsi. Lebih baik dialihkan menjadi pusat kegiatan industri atau pengolahan hasil produksi masyarakat,” ujarnya Kamis (30/7/2026).
Ia menilai pemanfaatan kembali bangunan tersebut dapat menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus menjaga agar aset daerah tetap bernilai guna.
Rencana alih fungsi itu pun disambut Pemerintah Desa Liang Ulu. Kepala Desa Liang Ulu, Mulyadi, mengungkapkan pasar desa tersebut memang sejak awal diproyeksikan sebagai pusat perdagangan. Namun, seiring berjalannya waktu, aktivitas jual beli tidak berkembang karena minimnya pedagang maupun pembeli yang datang ke lokasi.
“Pasarnya kurang berjalan karena tidak banyak konsumen yang melintas dan pedagang juga sedikit. Karena itu, kami berinisiatif mengubah pemanfaatannya agar lebih bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pemerintah desa kini mengusulkan agar bangunan tersebut dijadikan sentra industri pengolahan tepung ikan sekaligus tempat pengelolaan sampah. Hasil pengolahan sampah nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai kompos untuk mendukung sektor pertanian.
Usulan tersebut direncanakan masuk dalam program inovasi desa tahun ini dan ditargetkan dapat direalisasikan pada 2027 melalui dukungan dana aspirasi.
Selain menghidupkan kembali bangunan yang selama ini kurang dimanfaatkan, perubahan fungsi pasar juga diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga Desa Liang Ulu serta meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).
“Harapan kami, bangunan ini menjadi pusat produksi yang bisa menyerap tenaga kerja lokal sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa,” ujar Mulyadi.
Bangunan Pasar Desa Liang Ulu diketahui dibangun pada 2022 dan diresmikan pada Desember tahun yang sama. Lokasinya berada di RT 7, Jalan Pangeran Sita Kanan, Desa Liang Ulu.
Jika rencana tersebut terealisasi, bangunan yang semula sepi aktivitas itu diharapkan dapat bertransformasi menjadi pusat industri desa yang produktif dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat. (and)

















