KUKAR: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mengevaluasi pengelolaan Pasar Mangkurawang, Tenggarong, mulai dari kebersihan, fasilitas, sistem retribusi, hingga tingkat keterisian los pedagang.
Plt Kepala Disperindag Kukar, Burhanuddin, mengatakan Pasar Mangkurawang memiliki aktivitas perdagangan yang cukup tinggi sejak dini hari. Berdasarkan pengamatannya, aktivitas pasar sudah mulai bergerak sekitar pukul 03.00 Wita dan berlangsung hingga sekitar pukul 10.00 Wita.
“Jam 3 subuh itu sudah mulai bergerak, ada orang dan aktivitas perdagangan. Biasanya sampai sekitar jam 10,” kata Burhanuddin Jumat (18/9/2026)
Ia mengaku sempat meninjau kondisi pasar pada sore hari untuk melihat fasilitas dan kebersihan pasar setelah aktivitas perdagangan selesai. Menurutnya, kondisi Pasar Mangkurawang cukup bersih meski merupakan pasar basah yang menjual komoditas seperti ikan, ayam, dan daging.
“Kalau dilihat dari segi pasar, luar biasa. Ternyata bersih pasarnya, walaupun ini pasar basah. Saya datang sore, ternyata sudah bersih sekali,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari adanya petugas khusus yang menangani kebersihan dan keamanan pasar, termasuk tenaga kebersihan dan petugas keamanan.
Burhanuddin menyebut fasilitas Pasar
Mangkurawang secara umum juga cukup memadai. Pihaknya bahkan telah mengecek sejumlah fasilitas pendukung, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“Bangunannya besar, ada tiga bangunan besar. Kalau saya melihat secara standar pengelolaan pasar, sudah lumayan. Tinggal secara manajemen dan sistem pengelolaannya,” jelasnya.
Meski demikian, Disperindag masih perlu melakukan pembenahan pada sejumlah aspek, terutama terkait sistem pengelolaan pasar dan retribusi. Di kawasan tersebut terdapat unit pengelola pasar serta mekanisme retribusi dan parkir yang telah berjalan.
“Kami masih mau diskusikan, terutama menyangkut retribusi. Di situ ada retribusi, kemudian ada parkir yang sudah berjalan. Kami akan merapikan sistem distribusi dan sistem pengelolaannya,” katanya.
Selain pengelolaan, Disperindag juga menyoroti masih adanya sejumlah los yang belum ditempati. Burhanuddin menilai kondisi tersebut berkaitan dengan daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi pedagang.
Ia berencana kembali meninjau Pasar Mangkurawang pada dini hari untuk melihat secara langsung aktivitas perdagangan sekaligus mengukur geliat ekonomi di pasar tersebut.
“Saya ingin ke sana subuh, melihat pergerakannya seperti apa. Karena masih banyak juga los yang kosong dan tidak ditempati,” ujarnya.
Menurut Burhanuddin, Pasar Mangkurawang memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra perdagangan kebutuhan pokok di Tenggarong. Aktivitas sejak dini hari memungkinkan masyarakat memperoleh komoditas dengan harga yang relatif lebih segar dan kompetitif karena sebagian barang datang langsung dari sumbernya.
“Kalau orang datang subuh, masih bisa mendapatkan harga yang lebih murah sebelum berpindah ke tangan orang lain. Kemudian barangnya juga pasti lebih segar,” katanya.
Ia berharap penataan dan pengelolaan Pasar Mangkurawang ke depan semakin baik sehingga pasar tersebut dapat berfungsi optimal dan menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Ayu, salah seorang pedagang, mengatakan kondisi Pasar Mangkurawang saat ini sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Penataan pedagang juga dinilai semakin tertib.
“Sejauh ini Pasar Mangkurawang sudah lebih baik dari sebelumnya. Penataan pedagang juga sudah bagus dan tertata,” ujarnya.
Ia berharap pengelolaan pasar terus ditingkatkan sehingga Pasar Mangkurawang dapat menjadi salah satu tujuan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Harapan kami ke depan Pasar Mangkurawang bisa semakin baik lagi dan menjadi pasar basah tujuan masyarakat,” pungkasnya. (and)

















