KUKAR: Musim kemarau membawa berkah tersendiri bagi sebagian warga Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Saat debit air Sungai Mahakam menyusut, warga ramai-ramai mendulang emas di kawasan bantaran sungai.
Aktivitas tersebut terlihat pada Sabtu (5/9/2026). Menjelang siang, sejumlah warga mulai berdatangan untuk mencari emas dengan peralatan sederhana. Aktivitas biasanya semakin ramai pada sore hari.
Kepala Desa Embalut, Yahya, membenarkan adanya aktivitas warga mendulang emas di wilayah desanya. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hal baru dan hampir selalu terjadi setiap musim kemarau.
“Setiap musim kemarau memang ramai menambang atau mencari emas di situ. Ada yang dapat, ada juga yang tidak,” ujar Yahya Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, hasil yang diperoleh warga cukup bervariasi. Sebagian hanya menemukan material pasir yang mengandung butiran emas, tetapi ada pula warga yang berhasil mendapatkan emas dalam jumlah lebih banyak.
“Kalau banyak, ada yang seperti pasir-pasir. Tapi ada juga yang sampai kemarin dapat enam gram,” katanya.
Yahya menyebut, warga yang melakukan aktivitas tersebut tidak hanya berasal dari Desa Embalut. Warga dari sejumlah daerah sekitar juga ikut mendulang ketika kondisi sungai mengalami penyurutan.
Dalam sehari, jumlah warga yang datang diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang, bahkan bisa mencapai sekitar 150 orang. Mereka mulai beraktivitas sejak pagi hingga sore, bahkan mendekati pukul 18.00 Wita.
Peralatan yang digunakan pun relatif sederhana. Warga memanfaatkan panci atau wajan sebagai alat untuk memisahkan material pasir dengan butiran emas.
Yahya menilai aktivitas tersebut menjadi salah satu alternatif mata pencaharian bagi warga, khususnya saat musim kemarau ketika sebagian masyarakat kesulitan bertani dan berkebun.
“Kalau saya merasa bersyukur saja. Banyak warga yang tidak bisa bertani atau berkebun. Mungkin ini berkahnya, setiap kejadian ada berkah dan hikmahnya,” tuturnya.
Meski demikian, Yahya mengingatkan warga agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai. Ia mengimbau agar warga tidak membawa anak-anak ke lokasi pendulangan karena terdapat potensi bahaya di sekitar aliran sungai.
“Jangan sampai bawa anak-anak ke sana. Kami selalu mengingatkan agar berhati-hati,” pungkasnya. (and)

















