Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
EKONOMI DAN BISNISKUTAI KARTANEGARA

Kades Liang Ulu Siapkan Tiga Proyek Produktif, Pasar Mangkrak Diusulkan Jadi Kawasan Industri Desa

264
×

Kades Liang Ulu Siapkan Tiga Proyek Produktif, Pasar Mangkrak Diusulkan Jadi Kawasan Industri Desa

Share this article
Kades Liang Ulu Siapkan Tiga Proyek Produktif, Pasar Mangkrak Diusulkan Jadi Kawasan Industri Desa
Kades Liang Ulu Siapkan Tiga Proyek Produktif, Pasar Mangkrak Diusulkan Jadi Kawasan Industri Desa
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyiapkan tiga program strategis untuk menghidupkan kembali bangunan pasar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Ketiga program tersebut meliputi reklamasi lahan berbasis pengelolaan sampah, pengembangan Baira Agrikultur, dan pembangunan sentra pengolahan ikan.

Kepala Desa Liang Ulu, Mulyadi, mengatakan bangunan pasar yang sebelumnya diperuntukkan sebagai fasilitas perdagangan diusulkan dialihfungsikan menjadi ruang industri desa. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Program pertama yang disiapkan adalah reklamasi lahan rawa di belakang Desa Liang Ulu. Reklamasi dilakukan dengan memanfaatkan hasil pengolahan sampah yang dikemas menjadi pile box sebagai material penimbunan. Proses pemilahan sampah dilakukan di fasilitas milik koperasi di Desa Loleng, sedangkan proses pengemasan direncanakan berlangsung di kawasan pasar Desa Liang Ulu.

Menurut Mulyadi, apabila program tersebut berjalan sesuai rencana, reklamasi memiliki potensi nilai ekonomi yang cukup besar. Bahkan, setiap hektare lahan yang berhasil direklamasi diperkirakan memiliki nilai hingga sekitar Rp2 miliar.

Program kedua adalah pengembangan Baira Agrikultur yang dikembangkan melalui kerja sama dengan koperasi di Desa Loleng. Program ini mengadopsi konsep pemanfaatan lahan bekas genangan agar dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif.

“Konsepnya agar lahan yang sebelumnya tergenang air dapat dimanfaatkan seperti lahan pertanian pada umumnya. Ini merupakan konsep yang diadopsi dari luar negeri dan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Mulyadi Jumat (31/7/2026).

Sementara itu, program ketiga berupa pembangunan sentra pengolahan ikan. Sentra tersebut nantinya menjadi lokasi pengumpulan hasil tangkapan nelayan dari wilayah hulu Mahakam, seperti Kenohan, Semayang, Melintang, Muara Muntai, Jantur, dan desa-desa sekitarnya.

Ikan yang dikumpulkan akan diolah menjadi tepung ikan yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak, mulai dari pakan ayam, bebek, ikan budidaya, hingga ternak sapi dan kambing.

Mulyadi menjelaskan seluruh kegiatan tersebut direncanakan terpusat di bangunan pasar Desa Liang Ulu. Namun, sebelum program dijalankan, pemerintah desa masih menunggu proses pengalihan aset pasar yang saat ini masih berada di bawah pengelolaan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kukar.

Pemerintah desa juga telah mengajukan permohonan hibah aset kepada pemerintah daerah. Dalam waktu dekat, pihaknya berharap dapat menggelar pertemuan bersama DPRD Kukar, Disperindagkop, serta koperasi dari Desa Loleng untuk membahas pemanfaatan bangunan tersebut.

“Nantinya pengelolaan dilakukan oleh koperasi sebagai mitra Pemerintah Desa Liang Ulu, bersama BUM Desa maupun Koperasi Desa Merah Putih. Kami juga memprioritaskan tenaga kerja dari warga Desa Liang Ulu agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Selain meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), Mulyadi berharap tiga program tersebut mampu mengurangi angka pengangguran di Desa Liang Ulu serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *