Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Mahakam Mendadak Hijau, Ikan Diduga Spesies Laut Bermunculan di Tenggarong

266
×

Mahakam Mendadak Hijau, Ikan Diduga Spesies Laut Bermunculan di Tenggarong

Share this article
Kondisi Air Sungai Mahakam di Tenggarong (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Kondisi Air Sungai Mahakam di Tenggarong (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Fenomena tak biasa terjadi di Sungai Mahakam, wilayah Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Air sungai yang biasanya keruh kecokelatan kini berubah menjadi lebih bening dengan warna kehijauan.

Tak hanya perubahan warna air, warga juga melaporkan munculnya sejumlah ikan yang diduga merupakan spesies laut di perairan Mahakam.

Salah seorang warga Tenggarong, Joko, mengatakan kondisi tersebut baru kali ini ia lihat. Perubahan warna air bahkan membuat pemandangan Sungai Mahakam terlihat seperti kawasan pantai.

“Kalau dilihat sekarang seperti view pantai karena airnya hijau. Banyak bermunculan ikan dari spesies laut,” kata Joko Senin (14/9/2026).

Fenomena tersebut terjadi ketika wilayah Kukar tengah menghadapi kemarau dengan curah hujan yang minim dalam beberapa bulan terakhir.

Kondisi ini langsung mendapat perhatian Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab perubahan warna air maupun kemunculan ikan tersebut.

Namun, informasi mengenai mulai masuknya air pasang dari wilayah hilir menjadi salah satu faktor yang akan dicermati.

“Kalau dari perkembangan beberapa informasi, air pasang sudah mulai masuk dari arah Anggana, Samarinda dan beberapa wilayah lainnya,” ujar Slamet.

Meski demikian, DLHK belum memastikan apakah pengaruh air pasang tersebut sudah mencapai wilayah Tenggarong.

“Kita belum melihat fenomena itu apakah memang sudah masuk ke Tenggarong atau belum. Kami coba cek informasi terkait masalah itu,” katanya.

Menurut Slamet, fenomena tersebut perlu dikaji lebih lanjut karena terjadi bersamaan dengan kondisi kemarau ekstrem. Rendahnya curah hujan dalam waktu cukup panjang dinilai dapat memengaruhi kondisi lingkungan dan perairan.

DLHK Kukar akan melakukan pemantauan terhadap perubahan yang terjadi. Kajian nantinya tidak hanya berkaitan dengan kondisi udara dan dampak kemarau, tetapi juga mencakup kualitas air.

“Nanti ada tim tersendiri yang akan turun untuk mencermati kondisi lain. Bukan hanya berbicara udara, mungkin air dan hal-hal lain yang perlu kita cermati,” jelasnya.

Sebelumnya, pengambilan sampel air Sungai Mahakam dilakukan pada 31 Agustus 2026. Saat itu, warna air belum mengalami perubahan seperti kondisi sekarang.

Hasil pengujian menunjukkan kualitas Sungai Mahakam pada lokasi sampling masih berada dalam kategori baik dan belum terindikasi mengalami pencemaran yang melebihi ambang batas baku mutu lingkungan berdasarkan PP Nomor 22 Tahun 2021.

Pada saat pengujian tersebut juga belum ditemukan indikasi pengaruh intrusi air laut.

Namun, hasil tersebut merupakan kondisi pada saat sampel diambil. Perubahan warna air yang terjadi sekarang membuat kondisi Sungai Mahakam perlu kembali diuji.

Pasalnya, Sungai Mahakam merupakan sungai yang dipengaruhi pasang surut. Ketika volume air sungai menurun akibat kemarau, masuknya air pasang dari wilayah hilir dapat memengaruhi karakteristik perairan.

Jika nantinya terbukti terjadi intrusi air laut, sejumlah parameter kualitas air dapat berubah. Kondisi tersebut juga perlu menjadi perhatian apabila air sungai dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Karena itu, DLHK Kukar belum menyimpulkan penyebab fenomena tersebut sebelum dilakukan kajian dan pengujian terbaru.

“Makanya kita belum melihat terkait perubahan itu apakah memang ada pengaruh seperti apa. Kita belum mengkaji lebih detail lagi terkait fenomena tersebut,” tutup Slamet. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *