Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kabut Asap Meningkat, DPRD Kukar Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

276
×

Kabut Asap Meningkat, DPRD Kukar Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Share this article
Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Kabut asap yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat perhatian dari DPRD Kukar. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara dipenuhi asap.

Ia meminta masyarakat lebih banyak melakukan aktivitas di dalam ruangan, menggunakan masker ketika harus berada di luar rumah, serta menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

“Kalau ada aktivitas, kami harap masyarakat lebih banyak di dalam ruangan dan tidak di luar ruangan. Kalau harus beraktivitas di luar, pakailah masker dan jaga kesehatan,” ujar Ahmad Yani Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, upaya menjaga kesehatan masyarakat harus berjalan beriringan dengan pencegahan karhutla. Pemerintah bersama masyarakat di tingkat kabupaten hingga lingkungan RT diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.

Ahmad Yani juga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan yang berpotensi memicu kebakaran, terlebih di tengah kondisi cuaca yang rawan.

“Yang penting kita waspada dan saling menjaga. Mari sama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan, termasuk mencegah aktivitas yang bisa memicu munculnya titik api,” katanya.

Ia menambahkan, apabila ditemukan pihak yang sengaja melakukan pembakaran lahan, baik masyarakat maupun korporasi, harus diberikan sanksi sesuai ketentuan hukum.

“Kalau ada yang kedapatan melakukan pembakaran, tentu harus diberi sanksi. Baik masyarakat maupun korporasi harus diminta pertanggungjawaban secara hukum agar tidak mengulangi perbuatannya dan tidak memperparah kondisi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat salah satunya dapat dilihat dari perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di fasilitas pelayanan kesehatan.

Ia menyebut, sepanjang September 2026, kasus ISPA yang tercatat rata-rata mencapai 300 hingga 400 kasus. Angka tersebut relatif sama dengan kondisi pada Agustus, tetapi menunjukkan peningkatan dibandingkan Juni dan Juli.

“Untuk kasus ISPA, dalam bulan September ini rata-rata sekitar 300–400 kasus. Kurang lebih sama dengan kasus harian di bulan Agustus,” kata Ismi.

Menurutnya, terdapat kecenderungan peningkatan kasus ISPA dalam dua bulan terakhir. Bahkan, setelah libur akhir pekan, jumlah kunjungan dengan keluhan ISPA dapat mencapai sekitar 500 kasus dalam sehari.

“Kalau hari Senin setelah libur itu sampai 500, bahkan sekitar itu. Kalau dibandingkan bulan Juli dan Juni, memang ada peningkatan dalam dua bulan terakhir, Agustus dan September,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan, Dinkes Kukar telah menyampaikan imbauan melalui puskesmas dan media sosial. Masyarakat diminta menggunakan masker, khususnya ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Imbauan tersebut juga disampaikan melalui surat edaran Bupati Kukar, termasuk anjuran mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara dan cuaca tidak mendukung.

“Imbauan sudah kami sampaikan melalui puskesmas dan media sosial. Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker atau mengurangi keluar rumah kalau memang kondisinya sangat panas,” ujarnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *