Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIAL

Oprit Jembatan Oloy Terjadi Penurunan, Kontraktor Lakukan Perbaikan

471
×

Oprit Jembatan Oloy Terjadi Penurunan, Kontraktor Lakukan Perbaikan

Share this article
Jembatan Oloy di Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai
Jembatan Oloy di Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai
Example 468x60

KUKAR : Pembangunan Jembatan Oloy di Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, kini menjadi perhatian serius setelah terjadi penurunan tanah pada bagian oprit. Meski konstruksi utama jembatan dinyatakan aman, pihak kontraktor bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) mengambil langkah perbaikan sementara demi menjaga akses masyarakat.

Pelaksana proyek CV Elza Jaya Prima,  yang diwakili Mustaqim dan Muhammad Shafani menjelaskan bahwa kontraktor sudah melaksanakan pekerjaan sesuai desain awal yang ditetapkan perencana. Namun, berdasarkan analisis core team PU, terdapat ketidaksesuaian penerapan desain dengan kondisi tanah lapangan.

“Untuk konstruksi utama jembatan sebenarnya sudah sesuai dengan hasil tanah pada perencanaan. Tetapi, karena tanah di bawah oprit mengalami ambles, beton yang menggantung akan kami bongkar dan diganti dengan timbunan agregat. Hal ini agar masyarakat tetap bisa menggunakan jembatan. Setelah titik penurunan tanah terlihat jelas, barulah dilakukan perbaikan permanen,” ujarnya Senin (25/8/2025).

Sementara itu, pada pengerjaan jembatan, menurut Muhammad Shafani, bahwa proyek ini sudah selesai secara fisik pada Desember 2024. Namun sejak tahap pengawasan, mulai muncul indikasi penurunan tanah.

“Secara kontrak dan spesifikasi, pekerjaan sudah sesuai. Hanya saja, hasil perencanaan tidak mampu menjawab kondisi lapangan. Saat ini penurunan tanah diperkirakan mencapai 70–80 persen dari prediksi. Jembatan sudah bisa difungsikan, tetapi bagian tertentu masih perlu perbaikan. Untuk struktur utama jembatan aman, tidak ada kerusakan serius, yang menjadi masalah justru kondisi tanah eksisting,” jelasnya.

malay2

Sementara itu secara terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, menerangkan permasalahan ini memang kerap terjadi di wilayah rawa seperti di Kecamatan Muara Muntai dan Kota Bangun Seberang.

“Desain awal kurang tepat sehingga bagian oprit terus mengalami penurunan, meski kontraktor sudah beberapa kali melakukan perbaikan. Berdasarkan hasil pembahasan dengan core team, solusi sementara adalah membongkar rigid beton pada oprit, menggantinya dengan agregat yang dipadatkan, lalu menunggu hingga tanah benar-benar stabil,” ungkapnya.

Linda menambahkan, jika perbaikan langsung dilakukan dengan pengecoran, risiko beton retak atau pecah sangat besar karena tanah masih bergerak. Proses konsolidasi tanah di daerah rawa bisa memakan waktu bertahun-tahun.

“Contoh kasus serupa bisa dilihat di Jalan Poros Kota Bangun dan Tol Balsam Samarinda–Balikpapan, di mana penurunan tanah tetap terjadi meski sudah menggunakan metode khusus. Di Jembatan Oloy, tanah yang digunakan hanya berupa galian lokal tanpa perlakuan tambahan seperti vertical drain, sehingga lebih rentan terhadap penurunan,” jelasnya.

Untuk itu, perbaikan permanen Jembatan Oloy akan dilakukan secara bertahap, menunggu hasil pemantauan kondisi tanah dalam beberapa bulan ke depan. Masyarakat diimbau untuk memahami bahwa perbaikan permanen baru bisa dilaksanakan setelah tanah benar-benar stabil.

“Kalau dipaksakan dicor sekarang, justru beton akan pecah dan menimbulkan kerugian lebih besar. Karena itu kami ambil langkah sementara agar akses tetap berjalan, sambil menunggu tanah settle,” ungkap Linda.

Dengan langkah ini, Dinas PU Kukar memastikan bahwa keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga, sembari menyiapkan solusi jangka panjang untuk Jembatan Oloy. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *