KUKAR : Pemerintah Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026 dan menjaring daftar usulan program tahun anggaran 2027. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum Desa dan dihadiri berbagai unsur masyarakat, lembaga desa, hingga perwakilan perusahaan sekitar.
Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, mengatakan bahwa kegiatan Musrenbang ini merupakan tahapan lanjutan dari proses musyawarah sebelumnya di tingkat RT dan dusun. Dalam forum ini, hasil-hasil dari Musyawarah Dusun (Musdus) dikompilasi dan dibahas untuk menentukan skala prioritas pembangunan desa.
“Usulan-usulan yang dibawa dalam Musrenbang hari ini mayoritas berasal dari masyarakat melalui RT dan RW. Di antaranya terkait pembangunan fisik seperti rehabilitasi jalan, permintaan pelatihan, serta dukungan untuk kelompok-kelompok masyarakat,” ujar Arsyad.
Ia menyebutkan, kelompok tani di desa mengeluhkan kelangkaan pupuk dan berharap pemerintah desa bisa membantu solusinya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Sementara kelompok peternakan mendorong adanya pelatihan keterampilan bagi pemuda desa untuk peningkatan kapasitas di bidang peternakan dan kewirausahaan.
Dalam perencanaan program, Pemerintah Desa tetap mempertahankan sejumlah kegiatan rutin yang dinilai penting dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Program-program tersebut antara lain pemberian beasiswa bagi warga kurang mampu, bantuan disabilitas, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), hingga perbaikan rumah tidak layak huni yang sudah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
Salah satu usulan strategis yang diangkat dalam Musrenbang kali ini adalah perbaikan jalan di Dusun Masaping, RT 11, tepatnya di depan jembatan Loa Hau. Karena memerlukan anggaran besar, pemerintah desa berharap agar usulan ini dapat direalisasikan oleh pemerintah kabupaten melalui alokasi anggaran dari APBD Kukar.
“Anggaran desa sangat terbatas. Maka untuk usulan besar seperti jalan utama itu, kami ajukan ke kabupaten. Mudah-mudahan tahun 2027 bisa terwujud karena akses jalan sangat vital bagi aktivitas warga,” tambah Arsyad.
Musrenbang Desa ini turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari RT/RW, kepala dusun, tokoh agama, tokoh pendidikan, Karang Taruna, PKK, lembaga adat, gabungan kelompok tani, hingga mitra perusahaan.
Diharapkan dengan pelibatan semua elemen, pembangunan desa dapat lebih partisipatif dan tepat sasaran. (Adv/dk)

















