KUKAR : Pernah membayangkan mengarungi danau raksasa, bermalam di tengah desa adat yang ramah, lalu terbangun oleh suara alam liar di pedalaman Kalimantan. Semua itu akan segera menjadi kenyataan lewat terobosan baru dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Melalui Dinas Pariwisata, Kukar sedang menyusun paket wisata terpadu yang menyatukan keindahan alam, kekayaan budaya, dan petualangan edukatif dalam satu jalur wisata di kawasan hulu Mahakam. Destinasi seperti Kedang Ipil, Pela, Kota Bangun III, dan Danau Semayang akan dirangkai menjadi satu pengalaman yang tak terlupakan.
“Kami ingin menghadirkan sebuah perjalanan yang utuh dan bermakna. Tidak hanya datang, lihat, lalu pulang. Tapi benar-benar merasakan hidup dan harmoni di tengah alam dan budaya asli Kukar,” ujar M. Ridha Fatrianta, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, Kamis (22/5/2025).
Konsep ini muncul dari kesadaran akan potensi besar yang dimiliki Kukar di wilayah hulunya tempat di mana danau membentang luas, sungai mengalir jernih, dan tradisi masih dijaga erat. Namun selama ini, keindahan itu belum banyak dinikmati karena belum terintegrasi dalam jalur wisata yang mudah diakses.
Dispar Kukar pun menggandeng para pelaku wisata lokal, khususnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), untuk merancang paket yang saling terhubung. Dari menjelajahi hutan tropis di Kota Bangun, menyaksikan tarian adat di Kedang Ipil, hingga menikmati senja di Danau Semayang semuanya akan terangkai dalam satu perjalanan penuh warna.
Lebih dari sekadar wisata, paket ini juga menjadi jalan bagi masyarakat lokal untuk tumbuh bersama industri pariwisata.
“Kami ingin masyarakat menjadi bagian utama, dari pemandu wisata, pengelola homestay, hingga pelaku UMKM. Ini adalah milik bersama,” tegas Ridha.
Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan infrastruktur pendukung seperti peta rute, akses transportasi, integrasi layanan kuliner dan penginapan, serta pelatihan SDM agar pelayanan wisata semakin berkualitas.
Jika semua berjalan lancar, maka wisata hulu Kukar bukan lagi sekadar cerita dari mulut ke mulut, tapi destinasi yang masuk daftar wajib kunjung para petualang sejati, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Ini saatnya dunia melihat wajah lain Kalimantan Timur yang tidak hanya hijau dan alami, tapi juga hangat dan menyambut,” tutupnya.(Adv/dk)

















