Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Lanjong Art Festival 2025, Disdikbud Kukar Apresiasi Ajang Seni Budaya Internasional

239
×

Lanjong Art Festival 2025, Disdikbud Kukar Apresiasi Ajang Seni Budaya Internasional

Share this article
0552ee02 f9c2 4e97 81b6 0e8160521953
Kepala Disdikbud Kukar Thauhid Afrilian Noor (dk)
Example 468x60

KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyambut positif pelaksanaan Lanjong Art Festival (LAF) 2025 yang kembali digelar di Ladang Budaya (Ladaya) Tenggarong, pada 22–27 Agustus 2025.

Festival bertaraf internasional yang digagas Yayasan Lanjong Indonesia ini akan menghadirkan seniman dari dalam negeri hingga mancanegara.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi Yayasan Lanjong Indonesia dalam menghadirkan ruang kreasi bagi seniman. Menurutnya, kegiatan tersebut turut memperkuat upaya pemerintah daerah dalam melestarikan sekaligus mempromosikan kebudayaan lokal ke tingkat global.

“Kami sangat senang dan mengapresiasi. Artinya, sekelas Yayasan Lanjong Indonesia mampu menghadirkan peserta dari luar negeri. Ini menjadi kebanggaan bersama karena kita bisa mengangkat budaya lokal sekaligus mengenalkan Kukar ke dunia. Insyaallah, dari pemerintah siap memberikan dukungan sesuai kemampuan,” ungkap Thauhid Rabu (20/8/2025).

Lanjong Art Festival 2025 yang mengusung tema “Habis Barat Terbitlah Timur” menghadirkan empat program utama. Direktur LAF, Mimi Nuryanti, menjelaskan bahwa program pertama berupa kompetisi teater se-Indonesia. Sebanyak 10 kelompok teater dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Kerawang, Banten, Palu, Yogyakarta, Bandung, hingga Samarinda, akan tampil dan berkompetisi di Ladaya.

Selain kompetisi, LAF juga menyuguhkan eksebisi seni pertunjukan yang menampilkan karya-karya maestro. Deretan seniman dan kelompok yang akan hadir di antaranya Teater Satu Lampung, Teater Ngaus Art Pasikmalaya, Komunitas Payung Hitam, seniman tari kontemporer Ari Ersandi, hingga Odah Kamina. Tidak hanya dari dalam negeri, eksebisi juga akan dimeriahkan seniman internasional asal Brasil, Jepang, Singapura, Malaysia, hingga Amerika Serikat.

Program berikutnya adalah workshop seni pertunjukan yang melibatkan praktisi dan seniman berpengalaman untuk berbagi pengetahuan dengan peserta, serta diskusi kebudayaan yang menghadirkan narasumber kompeten guna membahas dinamika perkembangan seni dan budaya kontemporer.

Mimi menambahkan, pelaksanaan festival tahun ini berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya terdapat kompetisi musikalisasi puisi dan tari kontemporer, maka tahun ini fokus utama diarahkan pada pertunjukan teater.

“Kami membaca bahwa festival yang secara khusus menyelenggarakan kompetisi teater saat ini sangat jarang ada. Kalaupun ada, skalanya kecil dan kurang terdengar. Karena itu, Lanjong Art Festival berkomitmen memperkuat ekosistem teater, dan ke depan akan lebih konsisten mengembangkannya,” jelasnya.

Dengan kehadiran seniman dari berbagai belahan dunia, Lanjong Art Festival 2025 diyakini tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni, tetapi juga ruang pertukaran budaya yang mampu memperkuat citra Kukar sebagai daerah yang kaya akan potensi seni dan kebudayaan. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *