Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Api Mengganas di Teluk Dalam Kukar, Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla hingga Malam

263
×

Api Mengganas di Teluk Dalam Kukar, Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla hingga Malam

Share this article
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Yang Melanda Kawasan Jalan APT Pranoto Bayabaya, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang. (Irvan/dutakaltimnews.com
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Yang Melanda Kawasan Jalan APT Pranoto Bayabaya, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang. (Irvan/dutakaltimnews.com
Example 468x60

KUKAR: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Jalan APT Pranoto Bayabaya, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (3/8/2026).

Lokasi kebakaran diketahui berbatasan dengan Desa Loa Lepu. Api mulai terlihat sejak sore hari dan terus ditangani hingga malam. Petugas BPBD Kukar bersama relawan dikerahkan untuk melakukan pemadaman guna mencegah api meluas ke area lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Abdal, mengatakan laporan mengenai kebakaran diterima setelah api mulai membesar. Berdasarkan perkiraan, api kemungkinan mulai muncul sekitar pukul 17.30 WITA.

“Kalau diperkirakan, laporan yang kami terima itu kan baru masuk setelah api membesar. Mungkin sekitar 10 menit sebelumnya sudah mulai terjadi, jadi kemungkinan sekitar pukul 17.30 WITA,” ujarnya.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan ketersediaan air akibat kondisi musim kemarau. Selain itu, akses menuju titik kebakaran juga cukup sulit untuk dijangkau.

“Kalau musim kemarau seperti sekarang ini kendala utamanya adalah ketersediaan air. Selain itu akses menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan juga memang cukup sulit,” jelasnya.

Abdal menyebutkan, hingga saat ini luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan. Penghitungan luas area terdampak baru dapat dilakukan setelah api benar-benar berhasil dipadamkan dan proses penanganan di lapangan selesai.

“Saat ini anggota masih berada di lokasi. Nanti setelah selesai akan ada laporan resminya,” katanya.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Terkait penyebab kebakaran, Abdal memperkirakan faktor manusia lebih memungkinkan menjadi pemicu dibandingkan kebakaran yang terjadi secara alami. Ia menyebut sejumlah kemungkinan, seperti aktivitas pembakaran sampah maupun pembukaan lahan yang tidak diawasi hingga api benar-benar padam.

“Kalau hanya karena cuaca panas saja rasanya tidak mungkin. Perkiraan kami tetap ada faktor manusia,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak gegabah melakukan pembakaran lahan maupun sampah, khususnya di tengah kondisi musim kemarau. Apabila pembakaran memang harus dilakukan, masyarakat diminta membuat sekat bakar dan memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

“Jangan dibakar lalu ditinggal begitu saja, karena itu yang sering menjadi penyebab kebakaran meluas,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *