Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kukar Satukan Komunitas BMX, Skateboard, dan Inline Skate, Targetkan Arena Terbaik di Indonesia

273
×

Kukar Satukan Komunitas BMX, Skateboard, dan Inline Skate, Targetkan Arena Terbaik di Indonesia

Share this article
Pemerintah Kukar diskusi bersama komunitas BMX, skateboard, dan inline skate dalam satu forum di kawasan Taman Pujasera Tenggarong.(Irvan/dutakaltimnews.com)
Pemerintah Kukar diskusi bersama komunitas BMX, skateboard, dan inline skate dalam satu forum di kawasan Taman Pujasera Tenggarong.(Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan fasilitas olahraga ekstrem, dengan menggelar diskusi yang mempertemukan komunitas BMX, skateboard, dan inline skate dalam satu forum di kawasan Taman Pujasera Tenggarong, Senin (30/3/2026) malam.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengatakan pertemuan ini dilakukan untuk menyatukan persepsi di tengah pro dan kontra terkait pembangunan arena olahraga ekstrem yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Tujuan kita mempertemukan semua komunitas agar duduk bersama. Karena memang sempat ada perbedaan pandangan, bahkan gesekan antar komunitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peresmian fasilitas tersebut sebelumnya sempat direncanakan, namun ditunda lantaran pembangunan masih berlanjut pada tahun ini. Pemerintah pun memilih melakukan evaluasi agar hasil pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan pengguna.

Menurut Rendi, keberadaan arena ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas serta mendukung potensi atlet di tiga cabang olahraga tersebut. Ia menegaskan, Kukar memiliki target besar untuk menjadikan fasilitas ini sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.

“Patron kita jelas, kita ingin lokasi ini jadi yang terbaik. Bahkan bisa bersaing dengan Bali dan Jakarta,” tegasnya.

Rendi menilai Kukar memiliki potensi besar, baik dari sisi lokasi yang strategis maupun keberadaan atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. Karena itu, ia meminta Dinas PU melakukan studi banding ke daerah lain yang telah memiliki fasilitas serupa dengan standar baik.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penataan ulang kawasan, termasuk mengevaluasi rencana pembangunan playground di sekitar arena olahraga ekstrem. Hal ini dilakukan demi menjaga aspek keselamatan, terutama bagi anak-anak.

“Ini olahraga ekstrem, jadi tidak boleh bercampur dengan area bermain anak. Kita tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Pengembangan fasilitas ini juga akan dilakukan bertahap. Setelah rampung di Tenggarong, pemerintah akan mempertimbangkan pembangunan serupa di wilayah hulu dan pesisir.

Di sisi lain, Rendi memastikan pembangunan pujasera di kawasan tersebut ditargetkan mulai beroperasi tahun ini. Ia menegaskan bahwa isu mengenai lapak yang telah habis terjual tidak benar.

“Belum ada satu pun lapak yang terisi. Semua masih terbuka untuk masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Nanti akan diumumkan secara resmi dan terbuka,” katanya.

Sementara itu, perwakilan komunitas BMX Kukar, Deri yang akrab disapa Gemon, mengapresiasi perhatian pemerintah yang mulai turun langsung melihat kondisi atlet dan fasilitas.

“Alhamdulillah, sekarang sudah mulai diperhatikan. Sebelumnya kami hampir tidak pernah mendapat perhatian,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengungkapkan para atlet BMX Kukar masih harus berjuang secara mandiri dalam mengikuti kejuaraan, termasuk mengandalkan sponsor pribadi untuk berlaga di tingkat nasional.

Deri berharap pemerintah dapat menghadirkan lebih banyak event, bahkan hingga skala internasional, guna meningkatkan daya saing atlet lokal.

Ia juga menyoroti pembangunan skatepark yang dinilai belum sesuai standar. Menurutnya, pelibatan komunitas dalam perencanaan sangat penting agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kalau bikin lagi, seharusnya komunitas dilibatkan. Karena yang pakai kami, jadi kami tahu kebutuhan di lapangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masih terdapat sejumlah kekurangan dari sisi desain lintasan yang tidak sesuai standar, sehingga mengurangi fungsi arena.

Ke depan, Deri berharap pemerintah tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga memberikan dukungan berkelanjutan agar atlet Kukar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *