KUKAR: Pemerintah Desa Muara Siran terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi warganya, meski masih dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama dari sisi infrastruktur pendukung. Kepala Desa Muara Siran, Ishan Mashor, mengungkapkan bahwa meskipun kondisi sekolah dasar di wilayahnya cukup baik, masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah akses internet yang belum stabil. Menurut Ishan, meski desanya sudah dilengkapi dengan menara jaringan M3, konektivitas masih kerap terputus akibat pasokan listrik yang tidak memadai.
“Bukan karena sinyal tidak ada, tapi karena daya listrik dari PLN yang tidak stabil. Tegangan rendah membuat tower internet tidak bisa berfungsi. Baru setelah listrik normal kembali, jaringan bisa digunakan lagi,” jelas Ishan, Kamis (8/5/2025).
Ia menilai keberadaan internet menjadi kebutuhan penting dalam mendukung proses belajar mengajar, terutama di tengah upaya meningkatkan literasi digital siswa dan guru di daerah terpencil.
Selain itu, Ishan juga menyoroti keterbatasan tenaga pendidik dan peralatan belajar di SD dan SMP setempat. Banyak bangku dan meja belajar yang sudah uzur namun masih terpakai karena keterbatasan pengganti.
“Jumlah guru masih terbatas, tapi mereka tetap semangat mendidik anak-anak. Kami juga sudah mengajukan bantuan untuk perabot sekolah melalui kepala sekolah, dan kabarnya SD 009 Muara Siran sudah masuk daftar penerima bantuan rehab dari kabupaten,” ujarnya.
Namun, hingga saat ini bantuan tersebut belum terealisasi. Ia berharap agar Dinas Pendidikan bisa segera menindaklanjuti pengajuan tersebut agar proses belajar di desa tidak terganggu.
Sementara itu, Kabid Pendidikan SD Disdikbud Kukar, Ahmad Nurkhalis, mengatakan bahwa seluruh usulan dari desa telah dicatat dan menjadi bagian dari evaluasi pihaknya. Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran.
“Masukan dari kepala desa dan sekolah sangat penting bagi kami untuk menyesuaikan program agar tepat sasaran. Tentu akan kami tindak lanjuti secara bertahap,” ucap Nurkhalis.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, kabupaten, dan DPRD untuk menjawab tantangan pendidikan di wilayah terpencil seperti Muara Siran, termasuk dalam hal pembangunan infrastruktur dasar seperti listrik dan internet yang menunjang pembelajaran.
Dengan komitmen bersama, diharapkan kesenjangan kualitas pendidikan di wilayah pedalaman bisa semakin dipersempit, seiring dengan program Kukar Idaman yang menargetkan pembangunan merata hingga ke desa-desa. (Adv/dk)

















