KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Agama Kristen (PAK). Kegiatan berlangsung sejak 4 hingga 8 Mei 2025 di Aula lantai 3 Disdikbud Kukar, dengan diikuti sekitar 150 guru SMP se-Kukar.
Analis Kebijakan Bidang GTK Disdikbud Kukar, Muhamad Iswan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan MGMP oleh Disdikbud Kukar. Fokus utama MGMP kali ini adalah mendorong inovasi dalam pembelajaran agama dengan mengintegrasikan media digital.
“Pembelajaran agama selama ini masih didominasi metode ceramah. Kini, kami dorong penggabungan metode manual dan digital. Apalagi guru dan siswa sudah menerima perangkat Chromebook. Kami ingin ini dimanfaatkan sebagai media sekaligus sumber belajar,” ujar Iswan Kamis (8/5/2025).
Dalam pelatihan yang berlangsung selama empat hari, para guru didorong untuk mendesain model pembelajaran yang lebih interaktif, merancang media digital, dan menyusun metode pengajaran yang membekali siswa dengan pengetahuan serta keterampilan praktis.
“Misalnya dalam pembelajaran sholat, guru tidak hanya menjelaskan, tetapi juga bisa menggunakan video atau slide sebagai media bantu agar siswa dapat memahami dan mempraktikkan dengan benar,” tambahnya.
Iswan menegaskan, tujuan akhir dari kegiatan ini adalah membentuk siswa yang tidak hanya cakap secara pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan dan daya tahan moral yang kuat. Hal ini sejalan dengan visi Bupati Kukar untuk mencetak da’i-da’i muda dari lingkungan sekolah.
“Pendidikan agama adalah benteng terakhir moralitas generasi muda. Jika pondasinya kuat, maka anak-anak kita akan lebih siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Ke depan, Disdikbud Kukar akan memperluas kegiatan MGMP ini ke mata pelajaran lainnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh di wilayah Kukar. (Adv/dk)

















