KUKAR : Pemerintah Desa Muara Siran, Kecamatan Muara Kaman, terus memacu pembangunan di berbagai sektor dengan fokus utama pada infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk memudahkan seluruh aktivitas masyarakat.
Kepala Desa Muara Siran, Ishan Mashor, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan dan penyediaan air bersih menjadi prioritas utama dalam program kerja desa tahun 2025.
“Saat ini kami fokus pada semenisasi jembatan dan jalan jembatan. Selain itu, kami juga sedang membangun MCK serta mendirikan pendopo di area kuburan sebagai bagian dari program pembangunan fisik,” ungkap Ishan, Kamis (8/5/2025).
Tak hanya infrastruktur, Desa Muara Siran juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar seperti penyediaan air bersih. Program ini sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu dan kini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Tinggal penyempurnaan saja. Pengelolaan air bersih sudah kami alihkan ke BUMDes agar lebih optimal dan berkelanjutan,” tambahnya.
Untuk pemberdayaan masyarakat, Ishan menyebutkan bahwa pihaknya juga mengusulkan program-program strategis kepada pemerintah kabupaten, terutama di sektor perikanan. Beberapa di antaranya adalah pengadaan perahu dan kawat tempirai guna mendukung nelayan lokal. Selain itu, program Bantuan Langsung Tunai (BLT) juga tetap dilanjutkan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat kurang mampu.
Dari sisi perencanaan jangka panjang, Pemdes Muara Siran menargetkan pembangunan yang berkualitas dan tahan lama. “Misalnya, untuk semenisasi jembatan, kami ingin sekali bangun langsung dengan kualitas bagus agar tidak perlu direhab dalam waktu dekat. Sayangnya, kendala kami adalah anggaran. Kalau biaya pembangunan lebih dari Rp200 juta, maka prosesnya harus melalui lelang di tingkat kabupaten, sementara dana desa kami terbatas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ishan juga menyoroti pentingnya pembangunan jalan antar desa yang hingga kini belum terealisasi. Usulan tersebut telah diajukan setiap tahun dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, namun belum masuk dalam daftar prioritas kabupaten.
Menurutnya, peningkatan jalan antar desa sangat penting karena bisa berdampak besar terhadap sektor ekonomi dan pariwisata.
“Kalau akses jalannya baik, maka masyarakat lebih mudah beraktivitas, wisata lokal bisa berkembang, dan BUMDes juga akan lebih diuntungkan. Sayangnya, sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ucap Ishan.
Dengan segala keterbatasan dan tantangan yang ada, Pemerintah Desa Muara Siran tetap optimistis dan terus berupaya maksimal agar pembangunan yang dilakukan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan berharap semua usulan pembangunan bisa segera terealisasi demi kemajuan desa,” pungkasnya. (Adv/dk)

















