KUKAR: Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai menjadi ancaman serius bagi operasional Perumda Tirta Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terutama pada wilayah pelayanan yang masih bergantung pada genset berbahan bakar solar sebagai sumber listrik utama maupun cadangan.
Ketergantungan terhadap genset tersebut membuat biaya operasional perusahaan air minum daerah itu sangat sensitif terhadap perubahan harga energi, khususnya untuk menjaga distribusi air bersih tetap berjalan normal di daerah yang belum sepenuhnya terjangkau pasokan listrik stabil.
Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Kukar, Suparno, mengatakan ketergantungan pada genset berbahan bakar BBM membuat biaya operasional perusahaan sangat rentan terhadap fluktuasi harga energi.
“ Sangat berpengaruh. Operasional PDAM di beberapa wilayah masih bergantung pada genset yang menggunakan BBM. Jika harga BBM naik, otomatis biaya operasional juga meningkat,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Suparno, meski dampak kenaikan harga BBM belum terlalu terasa dalam waktu dekat, potensi tekanan terhadap biaya operasional diperkirakan akan semakin besar pada masa mendatang.
“Ini memang belum terlalu terasa sekarang, tetapi ke depan kemungkinan akan berdampak lebih besar,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, sejumlah wilayah sebenarnya telah didukung jaringan listrik dari PLN. Namun, keberadaan genset tetap dibutuhkan sebagai cadangan untuk mengantisipasi penurunan tegangan maupun gangguan listrik yang dapat menghambat distribusi air bersih kepada masyarakat.
Karena itu, Perumda Tirta Mahakam terus berupaya menjaga stabilitas layanan agar pasokan air tetap berjalan optimal, terutama di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur kelistrikan.
Menghadapi kondisi tersebut, Suparno juga mengimbau masyarakat agar turut berperan dalam menjaga keberlanjutan layanan air bersih dengan menggunakan air secara bijak serta mendukung operasional perusahaan.
“Pertama, kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat. Kedua, mohon agar pelanggan membayar tagihan tepat waktu karena itu menjadi sumber utama operasional kami. Ketiga, kami sangat terbuka terhadap masukan dan laporan dari masyarakat, terutama jika ada kebocoran atau gangguan di jaringan,” tuturnya.
Terkait layanan pengaduan, ia memastikan masyarakat memiliki akses untuk menyampaikan keluhan maupun laporan gangguan secara langsung.
“Masyarakat bisa menyampaikan pengaduan ke kantor cabang PDAM terdekat sesuai wilayah masing-masing. Selain itu, kami juga menerima laporan melalui media sosial resmi PDAM,” jelasnya.
Ia menegaskan, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kelancaran distribusi air bersih, khususnya dalam mendeteksi gangguan di lapangan.
“Kami sangat mengharapkan partisipasi masyarakat, misalnya jika melihat kebocoran pipa atau gangguan lainnya, segera dilaporkan agar bisa cepat ditangani,” pungkasnya. (*van)

















