KUKAR: Kemeriahan Perhelatan Erau Adat Kutai 2025 siap digelar tahun ini. Beragam kegiatan akan digelar untuk meramaikan Erau selama sepekan.
“Perhelatan Erau tahun ini bakal dibuka langsung Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura,” kata Thauhid Aprilian Noor, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam Konferensi Pers Launching Erau Adat Kutai 2025 yang digelar di Kantor Disdikbud Kukar pada Minggu (7/9/2025).
Acara konferensi pers juga dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo dan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin yang didampingi oleh Pangeran Heriansyah.
Thauhid mengatakan pembukaan Erau juga dimeriahkan kirab budaya sekaligus seserahan yang diikuti 20 kecamatan dan beberapa paguyuban yang tersebar di Kukar.
Selain itu kegiatan diramaikan dengan pertunjukan tari kolosal dengan jumlah 400 penari dari siswa-siswi di Kukar.
Thauhid menjelaskan Erau tahun ini mengusung tema Menjaga Marwah Peradaban Nusantara.
Ia menyampaikan, agenda Beseprah akan digelar pada Kamis, 25 September 2025, berlokasi di sepanjang jalan depan Museum Mulawarman. Seluruh OPD dan BUMD Kukar diimbau ikut serta dalam acara beseprah ini.
Tak lupa ia mengingatkan kepada seluruh warga agar makanan yang disiapkan pada saat beseprah jangan berlebihan dan dilarang dibungkus.
“Sebaiknya makanan yang disiapkan di makan di tempat agar tidak menghilangkan tradisi Erau tersebut,” ujar Thauhid.
Selain itu, lanjut Thauhid, pemerintah juga menggelar Expo di Stadion Rondong Demang Tenggarong mulai 21-28 September 2025.
Menurutnya, seluruh kegiatan dipusatkan di stadion agar lebih fokus di satu titik, sekaligus memudahkan mobilisasi para pelaku UMKM.
Kegiatan Expo akan dimeriahkan pentas seni, berbagai lomba kesenian tradisional, seperti Menyanyikan Lagu Daerah, Tarsul, Jepen, dan Tingkilan.
Ia mengatakan, sebagai puncak dari kegiatan Erau, tentunya telah disiapkan acara Belimbur.
Untuk mendukung kegiatan Belimbur, kata Thauhid, pemerintah akan menempatkan tong-tong air bersih di titik tertentu untuk mengantisipasi kondisi surutnya Sungai Mahakam.
Hal ini dilakukan agar masyarakat tetap dapat menikmati makna Belimbur tanpa harus menggunakan air keruh atau kotor.
Ia menyampaikan kegiatan Belimbur termasuk urusan sakral yang ditangani langsung pihak kesultanan.
“Pemerintah tidak akan menyentuh sedikitpun karena itu acara sakral. Pemerintah hanya mengurusi pembukaan, keamanan dan pembayaran honor para penari yang tidak ada sangkut pautnya dengan kesultanan,” tegasnya.
Sementara itu, Pangeran Heriansyah menambahkan prosesi adat Erau telah dimulai sejak 5 September 2025 dengan acara ziarah ke makam para raja dan sultan di sekitar Kedaton Kukar, dilanjutkan ziarah ke makam di Kutai Lama pada 6 September 2025.
Pada prosesi ini, Sultan melakukan ritual Besawai, yakni berkomunikasi dengan alam gaib sebagai tanda dimulainya Erau.
Ia menjelaskan, tradisi ini menjadi warisan turun-temurun sejak masa Aji Batara Agung Dewa Sakti yang pertama kali melaksanakan Erau.
“Jika dahulu prosesi berlangsung hingga 40 hari, kini disingkat menjadi 7 hari,” tuturnya.
Pada 12 September 2025 nanti, kata Heriansyah, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura kembali melaksanakan Besawai di Kedaton dengan pusaka kerajaan, seperti Sinanoleh dan Batu Menangis.
“Tujuannya sama, yakni memberi tahu alam gaib bahwa Erau dimulai, bukan hanya oleh kita yang ada di alam nyata,” jelas Pangeran.
Sementara itu, dia mengemukakan pada 17 September 2025 akan digelar Haul Jamak di Kedaton Kutai sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada para leluhur yang telah meletakkan dasar adat, budaya, dan agama di Kukar.
Sedangkan pada 21 September 2025 akan digelar pendirian Tiang Ayu di Kedaton sebagai tanda resmi dimulainya perhelatan Erau.(Adv/*van)

















