Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kemarau Makin Panjang, Lapangan Kantor Bupati Kukar Dipenuhi Warga Salat Istisqa

288
×

Kemarau Makin Panjang, Lapangan Kantor Bupati Kukar Dipenuhi Warga Salat Istisqa

Share this article
Suasana Sholat Istisqa di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kutai Kartanegara. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Lapangan Upacara Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dipenuhi warga yang mengikuti Salat Istisqa dan doa bersama, Rabu (2/9/2026).

Warga berbondong-bondong memadati lapangan hingga penuh. Salat Istisqa digelar sebagai ikhtiar di tengah kemarau panjang yang berdampak pada kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), hingga kesulitan air bersih di sejumlah wilayah Kukar.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama memohon agar hujan segera diturunkan di seluruh wilayah Kukar.

Salat Istisqa 222

“Hari ini kita melaksanakan Salat Istisqa bersama seluruh warga masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara. Harapan kita dengan melaksanakan salat ini segera diturunkan hujan di seluruh penjuru Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Menurutnya, doa bersama juga dilakukan oleh umat agama lain dengan tujuan yang sama, yakni berharap kondisi kemarau panjang segera berakhir dan hujan kembali turun di Kukar.

Aulia menyebut, kemarau panjang telah menimbulkan sejumlah dampak. Selain memicu kebakaran, beberapa wilayah juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Akibat kemarau panjang ini menyebabkan kekeringan. Kita melihat terjadi bencana kebakaran, kesulitan air bersih di beberapa titik, dan sawah-sawah kita juga tidak teraliri air sebagaimana biasanya,” katanya.

Ia berharap hujan yang turun nantinya tidak hanya mengakhiri kekeringan, tetapi juga membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kukar.

“Harapan kami dengan melaksanakan salat ini segera diturunkan hujan yang membawa berkah di seluruh warga masyarakat Kabupaten Kukar,” harapnya.

Di tengah kondisi kemarau dan Karhutla, kualitas udara juga menjadi perhatian Pemkab Kukar. Aulia mengatakan indeks standar pencemar udara (ISPU) di sejumlah wilayah Kukar saat ini berada di kisaran 100-150.

Menurutnya, kondisi tersebut masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur. Namun, masyarakat tetap diminta waspada karena angka ISPU sudah berada di atas ambang 50.

“Kalau ISPU kita sebenarnya di Kukar, dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain di Kaltim, lumayan bagus. Kita masih di angka 100-150,” jelasnya.

Ia menjelaskan, alat pemantauan kualitas udara di wilayah Kukar terhubung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan sejumlah alat ditempatkan di wilayah Muara Jawa, Senipah dan Samboja. Sementara wilayah hulu juga dipengaruhi kondisi udara dari daerah sekitar.

Aulia mengatakan, kualitas udara cenderung lebih tinggi di wilayah yang berdekatan dengan Kutai Barat. Namun, kondisi tersebut semakin menurun ke arah perkotaan.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.

“Karena memang angkanya sudah di atas 50, maka kami menyarankan kepada seluruh warga masyarakat untuk menggunakan alat pelindung diri berupa masker ketika berada di luar ruangan,” ujarnya.

Terkait kondisi kualitas udara di wilayah Wonotirto yang sebelumnya mencapai angka 162 dan masuk kategori tidak sehat, Aulia mengatakan pemerintah telah melakukan langkah mitigasi dengan menangani sumber asap dari titik kebakaran.

Ia menyebut, wilayah Samboja dan Muara Jawa sebelumnya sempat terdapat titik api.

“Memang di daerah Samboja, Muara Jawa sempat terjadi titik api, maka kita melakukan pemadaman di sana. Hari ini kami mendapatkan laporan zero titik api di sana,” ungkapnya.

Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan karena Kukar masih berpotensi menerima limpahan asap dari wilayah lain.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kukar, KH. Abdul Hanan, mengatakan Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon turunnya hujan.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya berdoa melalui Salat Istisqa, tetapi juga terus memanjatkan doa dalam berbagai kesempatan agar Kukar diberikan keamanan dan segera mendapatkan hujan.

“Ini kan semuanya mengharapkan. Dengan Salat Istisqa ini ikhtiar lahir supaya hujan bisa cepat turun,” katanya.

Ia mengatakan doa agar hujan segera turun juga terus dipanjatkan masyarakat, termasuk dalam salat tahajud dan doa sehari-hari.

“Kita bukan mohon di sini saja. Setiap tahajud kita mohon, setiap doa kita mohon, supaya Kukar ini aman dan hujan cepat diturunkan,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *