Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kedelai Mahal, Disperindag Kukar Masih Kaji Langkah Intervensi

299
×

Kedelai Mahal, Disperindag Kukar Masih Kaji Langkah Intervensi

Share this article
Biji Kedelai. (Istimewa)
Biji Kedelai. (Istimewa)
Example 468x60

KUKAR: Lonjakan harga kedelai yang terjadi belakangan ini mulai menekan pelaku usaha kecil di Kutai Kartanegara (Kukar). Para perajin tempe kini dihadapkan pada kenaikan biaya produksi yang kian membebani, seiring harga bahan baku yang terus merangkak naik.

Pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar mengakui belum dapat melakukan intervensi dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan kenaikan harga kedelai terjadi secara nasional, sehingga membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat.

Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Bustani, mengatakan pihaknya saat ini masih fokus mengumpulkan data sebagai dasar penentuan kebijakan.

“Kami masih melakukan koordinasi terkait kenaikan harga kedelai ini, karena kondisinya terjadi secara nasional. Jadi, kami sedang menyiapkan langkah-langkah yang akan diambil ke depan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, selain kedelai, kenaikan juga terjadi pada sejumlah bahan lain seperti plastik yang turut memengaruhi biaya produksi para pelaku usaha.

“Untuk saat ini memang belum ada intervensi harga dalam waktu dekat, karena kami masih mengumpulkan data-data terlebih dahulu. Kenaikan ini juga tidak hanya terjadi pada kedelai, tetapi juga pada bahan lain seperti plastik,” jelasnya.

Bustani menambahkan, lonjakan harga komoditas ini turut dipengaruhi oleh faktor global, seperti dinamika geopolitik dan geoekonomi yang berdampak luas.

“Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor geopolitik dan geoekonomi global yang berdampak secara luas. Karena itu, kami fokus mengumpulkan data sebagai dasar pengambilan kebijakan,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan, Disperindag Kukar akan melaporkan kondisi yang terjadi di daerah kepada pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait, sembari menunggu arahan lebih lanjut.

“Intinya, Disperindag sedang berupaya melakukan intervensi harga dan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami juga akan melaporkan kondisi di daerah kepada pemerintah pusat dan saat ini masih menunggu respons, mengingat kejadiannya berskala nasional,” tuturnya.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah memastikan akan terus berupaya mencari solusi agar para pelaku usaha tetap dapat bertahan.

“Kami akan terus berupaya mencarikan solusi terbaik, agar para perajin tetap bisa berproduksi dan dampak kenaikan harga ini tidak semakin memberatkan masyarakat,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *