KUKAR: Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, Saipul Hillian, menyampaikan rasa bangganya bisa ikut serta dalam Expo KTNA Nasional 2025 yang digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim).
Menurutnya, expo ini merupakan kesempatan emas bagi daerahnya untuk memperkenalkan potensi lokal ke panggung nasional.
Saipul menegaskan, Teluk Bintuni bukan kali pertama ikut dalam ajang expo.Sebelumnya, Teluk Bintuni juga sudah berpartisipasi di sejumlah daerah lain di Indonesia.
“Kami sudah beberapa kali ikut expo, dan tujuan kami tetap sama, yaitu mempromosikan produk UMKM dari petani dan nelayan agar dikenal secara nasional,” jelasnya, Sabtu (20/9/2025).
Dalam keikutsertaan kali ini, Teluk Bintuni membawa berbagai produk unggulan daerah yang memiliki ciri khas tersendiri.
Produk-produk tersebut dihasilkan langsung oleh petani, nelayan, dan pengrajin setempat yang terus berinovasi dalam mengolah kekayaan alam Papua.
Beberapa produk yang dipamerkan antara lain, bawang merah endemik Papua, sarang semut merah, sarang semut putih, hingga sagu yang sudah diolah menjadi makanan pokok siap saji.
Ia menjelaskan, produk-produk tersebut memiliki keunikan karena hanya dapat ditemukan di wilayah tertentu Papua.
Tak hanya itu, Teluk Bintuni juga membawa produk olahan lainnya, seperti minyak sereh wangi, aneka keripik khas daerah, serta hasil kerajinan tangan berupa ukiran dan mahkota tradisional.
Semua karya tersebut merupakan cerminan budaya lokal yang sarat nilai kearifan.”Produk ini semua hasil olahan petani kita. Kami datang membawa lima orang perwakilan untuk ikut expo KTNA di Kukar,” kata Saipul.
Salah satu produk yang menarik perhatian adalah gelembung ikan congge.Produk ini memiliki nilai jual sangat tinggi, mencapai Rp 12 juta per ons, karena digunakan sebagai bahan dasar pembuatan benang untuk operasi medis.
Menurut Saipul, potensi ini menjadi daya tarik besar bagi pasar nasional maupun internasional.
Ia menambahkan, nilai ekonomi yang tinggi dari gelembung ikan congge diharapkan mampu mendorong kesejahteraan nelayan setempat.“Manfaatnya luar biasa, dan ini bisa jadi peluang besar kalau ada jaringan pemasaran yang lebih luas,” ujarnya.
Ia mengemukakan, Expo KTNA Nasional 2025 di Kukar menjadi wadah strategis untuk mempertemukan petani, nelayan, UMKM, serta mitra bisnis dari berbagai daerah.
Melalui pertemuan ini, kata Saipul, Teluk Bintuni berpeluang memperluas jaringan kerja sama dan membuka pasar baru.Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah dalam memfasilitasi akses pasar, teknologi, dan permodalan.
Menurutnya, tanpa dukungan pemerintah dan berbagai pihak, sulit bagi UMKM lokal untuk menembus persaingan di tingkat nasional.
“Harapan kami, produk daerah yang kami bawa bisa dipasarkan lebih luas lagi dan memberikan dampak langsung untuk kemajuan petani dan nelayan di Teluk Bintuni,” ucapnya.(*van)

















