Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Wawali Balikpapan Tekankan Peran Kampus Cetak SDM K3 Andal Hadapi Tantangan Industri 4.0

316
×

Wawali Balikpapan Tekankan Peran Kampus Cetak SDM K3 Andal Hadapi Tantangan Industri 4.0

Share this article
47bd54cd 1e8e 4802 bf09 a347c4689596
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, membuka Seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2025, di Hotel Maxone Balikpapan, pada hari Sabtu, 20 September 2025.(Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, membuka Seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2025, di Hotel Maxone Balikpapan, pada hari Sabtu (20/9/2025).

Wakil Wali Kota Balikpapan menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) K3 yang unggul dan kompeten di era persaingan global.
Sebuah seminar yang mempertemukan akademisi, industri, praktisi, alumni, dan pemerintah dalam satu forum, diinisiasi Fakultas Vokasi Universitas Balikpapan.

Menurutnya, kampus bukan hanya ruang belajar, tetapi juga pusat pembentukan ekosistem K3 yang kuat. “Mahasiswa tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan kurikulum yang relevan, penelitian, serta kolaborasi dengan industri dan pemerintah agar lulusan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya saat sambutan.

Bagus menyoroti tantangan besar yang dihadapi lulusan saat ini, mulai dari ketatnya persaingan kerja, keterbatasan fasilitas pendidikan, hingga disrupsi teknologi Revolusi Industri 4.0. “Perusahaan lebih memilih kandidat berpengalaman. Karena itu mahasiswa harus menyiapkan diri sejak awal dengan magang, organisasi, maupun sertifikasi profesi,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta didik, tetapi juga agen perubahan dalam membangun budaya keselamatan. “Mahasiswa adalah penerus bangsa, penjaga moral, sekaligus pengingat bahwa keselamatan manusia harus lebih utama daripada sekadar keuntungan,” ujarnya.

Dalam konteks ini, Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan dinilainya sangat relevan. Visi untuk melahirkan lulusan profesional, mandiri, dan berbudaya di bidang K3 sejalan dengan arah pembangunan Kota Balikpapan dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

515ee7bf 17a5 4fa8 a0ee 04f8ff484226

Bagus mengaitkan hal tersebut dengan visi Kota Balikpapan sebagai kota global yang nyaman untuk semua. Ia juga menyinggung sembilan program prioritas pemkot, mulai dari transformasi birokrasi, peningkatan kesehatan dan pendidikan, pengentasan stunting, penyediaan air bersih, pengendalian banjir, hingga pembangunan kota ramah anak.

“Sinergi ini jangan berhenti di ruang seminar. Perguruan tinggi harus melahirkan lulusan siap pakai, sementara pemerintah kota mendukung dengan kebijakan yang berpihak pada keselamatan. Masyarakat pun harus menanamkan budaya K3 kapan pun dan di mana pun,” tandasnya.

Wawali berharap forum akademik ini bisa melahirkan ide, solusi, dan aksi nyata yang memperkuat SDM K3 di Indonesia. “Keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi budaya, bukan sekadar aturan. Karena pada akhirnya, keselamatan manusia adalah fondasi utama keberlangsungan usaha dan kesejahteraan bangsa,” pungkasnya.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *