Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Upacara Mendirikan Tiang Ayu Tandai Dimulainya Erau 2025 di Kutai Kartanegara

480
×

Upacara Mendirikan Tiang Ayu Tandai Dimulainya Erau 2025 di Kutai Kartanegara

Share this article
6d2f39b3 a28b 4de3 933f 695f520a6771
Prosesi Mendirikan Tiang Ayu, Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura (and/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR : Upacara adat Mendirikan Tiang Ayu menjadi penanda dimulainya Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura tahun 2025. Prosesi sakral tersebut digelar di Keraton Kesultanan, Tenggarong, Minggu (21/9/2025), dipimpin langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Sultan Aji Muhammad Arifin.

Acara turut dihadiri para pangeran Kesultanan Kutai, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Rendi Solihin, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar Thauhid Afrilian Noor, serta para pejabat daerah, kerabat Kesultanan, dan tokoh masyarakat.

Kerabat Kesultanan Kutai, Heriansyah, menjelaskan bahwa pendirian Tiang Ayu merupakan simbol dimulainya pesta rakyat Erau. “Filosofinya, setelah Tiang Ayu berdiri, Sultan dan kerabat merasa gembira karena pesta rakyat dapat dimulai. Harapannya, pertanian dan perkebunan bisa semakin meningkat untuk kesejahteraan rakyat. Nilai-nilai tradisi ini harus terus dijaga sebagai identitas budaya kita,” ungkapnya.

Tiang Ayu berbentuk tombak dari kayu ulin, dikenal dengan sebutan Sangkoh Piatu, yang dipercaya sebagai senjata Raja Kutai pertama, Aji Batara Agung Dewa Sakti. Pada batangnya diikatkan Tali Juwita, melambangkan lapisan masyarakat, serta Cinde, yang melambangkan keluarga Sultan Kutai.

Mendirikan Tiang Ayu mengandung simbolisasi untuk menegakkan kerahayuan, yakni keselamatan dan ketentraman. Prosesi diawali dengan menyiapkan jalik atau tikar rotan, dihiasi tambak karang bermotif naga dan seluang emas berwarna-warni. Empat ekor naga ditempatkan di setiap sudut, masing-masing bertaring pisang ambon dan menggigit ayam kampung.

Sultan mengenakan pakaian kebesaran dan berdiri di hadapan singgasananya, kemudian menghamburkan beras kuning. Tiang Ayu selanjutnya didirikan oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Bupati Kukar, Wabup Kukar, Dandim 0906/KKR, serta kerabat Kesultanan. Prosesi ditutup dengan doa dan penyalaan brong di depan Museum Mulawarman. Sejak doa penutup itu, Erau secara resmi dimulai.

f5b62eb8 4d04 4a94 a0af a6aff7fa3591

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan bahwa pembukaan Erau tetap dilaksanakan secara sakral di Keraton.

“Yang kita lakukan di sini hanyalah seremoni resmi. Kesakralan tetap dijaga sebagaimana tradisi yang diwariskan,” ucapnya.

Thauhid juga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam berbagai rangkaian acara. “Silakan hadir di kirab. Di sana akan ada berbagai ritual setiap malam hingga malam Senin. Sedangkan beseprah pada 25 September pagi merupakan jamuan dari Kesultanan untuk masyarakat, difasilitasi pemerintah, bukan bagian prosesi sakral,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat dapat menyaksikan prosesi unik berupa tembakan meriam di depan Kedaton setiap malam. Suasana akan semakin meriah pada malam hari karena menjadi pusat keramaian.

“Dengan berdirinya Tiang Ayu, Erau 2025 resmi dimulai. Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun ini bukan hanya pesta budaya, melainkan juga simbol persatuan, kerukunan, dan kesejahteraan rakyat Kutai Kartanegara,” tutupnya. (Adv/and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *